Bukan Sekadar Upacara, HUT ke-81 RI Jadi Momentum Prajurit Korem 043/Gatam Perkuat Pengabdian


SEKELIK  METRO – Suasana khidmat menyelimuti Makorem 043/Garuda Hitam, Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Kota Metro, Senin (17/8/2026). Ratusan prajurit dan ASN TNI berdiri tegap memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik penghormatan kepada Sang Merah Putih, terselip pesan kuat agar setiap prajurit kembali mengingat tugas utama: menjaga kedaulatan negara sekaligus hadir untuk kepentingan rakyat.

Kasrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav. Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han). bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia memimpin jalannya upacara yang diikuti prajurit dan ASN dari Korem 043/Gatam, Kodim 0411/Metro, Kodim 0429/Lampung Timur, Subdenpom Persiapan Metro, Tim Intel Korem, serta sejumlah satuan jajaran lainnya.

Sejumlah pejabat utama Korem 043/Gatam turut hadir. Di antaranya Kasi Ops Kasrem Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setyawan, S.I.P., M.H.I., Kasi Intel Kasrem Letkol Jarot Susanto, S.H., M.Si., serta Dandenkesyah 02.04.03 Lampung Letkol Ckm dr. Usman Alkaff, Sp.PD., FINASIM.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasrem, momentum kemerdekaan ditegaskan bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit dan ASN TNI untuk meneruskan perjuangan melalui pengabdian yang profesional, disiplin, dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, TNI dituntut semakin kuat menghadapi perubahan zaman. Ancaman terhadap negara kini tidak selalu datang dalam bentuk konvensional. Perang siber, perang informasi, perkembangan teknologi hingga kecerdasan buatan menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

“Dinamika dunia saat ini menuntut kesiapsiagaan tinggi. Ada perang siber, perang informasi, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan. TNI harus adaptif dan modern dalam menghadapi semua itu,” demikian pesan Panglima TNI dalam amanatnya.

Di tengah tuntutan tersebut, persoalan dari dalam institusi juga menjadi perhatian. Prajurit dan ASN TNI diingatkan untuk menjauhi judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai bentuk pelanggaran disiplin yang dapat mencoreng kehormatan institusi.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa jiwa korsa tidak boleh berubah menjadi tameng untuk melindungi kesalahan. Kekompakan justru harus menjadi kekuatan untuk saling mengingatkan dan mencegah pelanggaran sejak dini.

“Jiwa korsa harus memperkuat kekompakan, bukan melindungi pelanggaran. Tegakkan aturan secara adil, saling mengingatkan, dan berani mencegah kesalahan sejak awal,” tegasnya.

Selain menjaga disiplin, soliditas TNI juga dinilai menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan bangsa. Sinergi Tri Matra, kerja sama dengan Polri, serta kolaborasi bersama seluruh komponen bangsa harus terus diperkuat.

Sebab, di atas seragam dan pangkat, ada kepercayaan rakyat yang harus dijaga. Setiap sikap, ucapan, dan tindakan prajurit menjadi bagian dari wajah TNI di tengah masyarakat.

Menghadapi perjalanan menuju Indonesia Emas, seluruh prajurit dan ASN TNI juga dituntut memegang teguh nilai TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Usai upacara, Kasrem 043/Gatam menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 RI harus menjadi titik untuk kembali memperbarui semangat pengabdian.

“Melalui upacara ini kita kembali meneguhkan komitmen, mengabdi untuk rakyat, menjaga NKRI, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Roli.

Upacara di Makorem 043/Gatam pun menjadi lebih dari sekadar penghormatan terhadap sejarah kemerdekaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Menjaga NKRI, mempertahankan kepercayaan rakyat, dan menghadapi perubahan zaman merupakan bagian dari tugas yang terus berjalan. (MNP)