Ganjar Asri Metro Jadi Lokasi Desa Tapis Binaan TP-PKK Lampung, Fokus pada Stunting, Ekonomi Produktif dan Ketahanan Keluarga


SEKELIK METRO — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ny. Purnama Wulan Sari Mirza, mencanangkan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas) di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026).

Program tersebut menjadikan Ganjar Asri sebagai desa binaan TP-PKK Provinsi Lampung. Pencanangan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan, ekonomi produktif, ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal.

Dalam kegiatan itu, sejumlah bantuan diserahkan kepada masyarakat. Bantuan berasal dari sinergi Pemprov Lampung, Pemkot Metro, TP-PKK, Posyandu, PMI, BAZNAS, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Bantuan yang diberikan antara lain 50 paket sembako untuk keluarga berisiko stunting, empat mesin jahit bagi kelompok usaha, dua kursi roda, dua alat bantu dengar, lima jamban sehat, 100 bibit cabai, dua oven, buku cerita rakyat Lampung, susu untuk anak-anak, serta dukungan beasiswa tahfiz Al-Qur’an.


Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, mengatakan Desa Tapis di Ganjar Asri diharapkan tidak sekadar menjadi program pencanangan, tetapi dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan.

“Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” kata Eni.

Menurut Eni, Ganjar Asri diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, menekan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan usaha masyarakat berdasarkan potensi yang dimiliki.

Selain bantuan sosial, masyarakat juga mendapatkan sejumlah program pendukung. Di antaranya pelatihan Pokja I dan Pokja III, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), serta dukungan bagi kelompok UP2K.

Bantuan juga diberikan kepada lansia, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, keluarga berisiko stunting, dan peserta pelatihan. Sementara itu, anak-anak mendapatkan paket susu serta buku cerita rakyat Lampung sebagai bagian dari dukungan terhadap tumbuh kembang dan literasi.

Untuk bidang pendidikan keagamaan, disiapkan beasiswa Hafiz Qur'an sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga tahun.

Eni mengatakan berbagai bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

“Desa Binaan TP-PKK bukan hanya sebuah pencanangan, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur dan sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Lampung terhadap program pemberdayaan masyarakat di Kota Metro.

Menurut Bambang, pencanangan Desa Tapis menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam menjalankan pembangunan berbasis keluarga.

Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut, termasuk dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kota Metro.

“Tujuan kerja ini merupakan perwujudan sekaligus komitmen kami untuk terus memperkuat kolaborasi yang mempercepat upaya pembangunan berbasis keluarga di lingkungan kita,” kata Bambang.

Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Ny. Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan keberhasilan Desa Tapis sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kader PKK, Posyandu, dan masyarakat.

Ia menilai Posyandu memiliki peran yang luas dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Menurutnya, pelayanan Posyandu tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Posyandu bukan hanya untuk bekerja di bidang kesehatan, tetapi juga bekerja di 6 SPM, 6 OPD. Di sinilah pembuktian nanti kolaborasi kita,” ujarnya.

Purnama juga menyoroti kelompok Ganjar Asri Berdaya yang telah menjalankan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, dukungan mesin jahit diharapkan dapat membantu kelompok tersebut meningkatkan kapasitas usaha.

“Desa Tapis di Ganjar Asri bahkan sudah memiliki kelompok Ganjar Asri Berdaya yang menunjukkan adanya semangat pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia berharap bantuan dan pembinaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Harapannya semakin sejahtera, semakin maju, semakin sehat. Artinya kelurahan ini supaya masyarakatnya nanti bisa lebih sejahtera lagi,” pungkasnya. (Fi)