SEKELIK METRO — Kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro resmi berganti. Tunggul Buono, A.Md.IP., S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kepala Lapas (Kalapas) Metro kepada Dr. Tetra Destorie, A.Md.IP., S.Sos., M.H., dalam prosesi serah terima jabatan, Kamis (20/8/2026).
Pergantian pimpinan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rotasi organisasi. Momentum ini juga menjadi awal bagi kepemimpinan baru untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan sejumlah inovasi di lingkungan Lapas Metro.
Dalam prosesi serah terima, Tunggul Buono menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Tetra Destorie. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Lapas Metro serta sejumlah stakeholder terkait.
Sebelum meninggalkan jabatannya, Tunggul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama dirinya memimpin Lapas Metro.
Ia berharap kekompakan yang telah terbangun dapat dipertahankan. Berbagai program yang sudah berjalan juga diminta tetap dilanjutkan dan dikembangkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai dan stakeholder yang telah bekerja sama dengan baik selama ini. Saya titipkan Lapas Metro ini kepada Bapak Dr. Tetra. Mari kita jaga kekompakan, terus tingkatkan pelayanan dan pembinaan agar Lapas Metro semakin baik ke depan,” ujar Tunggul.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah program menjadi perhatian, di antaranya penguatan keamanan dan ketertiban, pembinaan kemandirian warga binaan, serta peningkatan kualitas pelayanan yang mengedepankan prinsip hak asasi manusia.
Kini, tanggung jawab tersebut berada di tangan Tetra Destorie. Kalapas baru itu menyatakan siap meneruskan program positif yang telah dilakukan sebelumnya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Tentu ini menjadi amanah besar bagi saya. Kami akan melanjutkan program-program baik yang sudah dirintis Pak Tunggul, sekaligus melakukan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat dan pembinaan warga binaan semakin humanis, profesional, dan transparan,” kata Tetra.
Tetra menegaskan, ada tiga agenda utama yang akan menjadi fokusnya. Pertama, memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kedua, meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Ketiga, memastikan pelayanan publik berjalan dengan transparan dan berintegritas.
Menurutnya, pembinaan warga binaan menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan. Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketertiban selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
Dengan pergantian kepemimpinan tersebut, jajaran Lapas Metro diharapkan tetap solid dan mampu memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Kepemimpinan Tetra Destorie pun diharapkan membawa semangat baru untuk meningkatkan kualitas keamanan, pembinaan, dan pelayanan publik di Lapas Kelas IIA Metro. (*)