SEKELIK METRO — Pihak keluarga pria lanjut usia berinisial M (72), yang meninggal dunia di kediamannya di Jalan Way Seputih, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, memilih untuk angkat bicara.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai upaya meluruskan berbagai informasi yang beredar, menyusul munculnya sebuah video di media sosial yang menyita perhatian publik dan memunculkan beragam tafsir mengenai kehidupan almarhum semasa hidupnya.
Perwakilan keluarga,inisial NR mengatakan bahwa almarhum merupakan paman kandung dan selama hidupnya tetap berada dalam perhatian keluarga.
Ia meluruskan anggapan yang berkembang bahwa almarhum hidup tanpa kepedulian dari orang-orang terdekatnya.
Dalam keterangannya, NR menjelaskan bahwa almarhum belum menikah dan selama ini diketahui tinggal di rumah orang tua keluarga. Meski para keponakan telah berkeluarga dan tidak tinggal serumah, perhatian terhadap almarhum akan tetap diberikan secara rutin dan bergantian oleh anggota keluarga.
“Kami tetap datang secara berkala untuk membersihkan rumah, berbincang, dan memastikan kebutuhan beliau tercukupi,” ujar NR dalam klarifikasi yang disampaikan kepada media Sekelik Metro Sabtu (31/01/2026).
Ia juga akan menyampaikan bahwa sebelumnya almarhum sempat tinggal bersama kakek mereka. Namun, karena lebih nyaman menjalani kehidupan yang tenang serta memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi, almarhum kemudian memilih untuk tinggal sendiri di rumah tersebut.
Dalam beberapa waktu secara bergantian anggota keluarga lain juga akan diketahui sering menemani sebelum akhirnya almarhum kembali tinggal seorang diri karena pertimbangan keluarga.
Meski tinggal sendiri, pemantauan terhadap almarhum dipastikan akan tetap dilakukan. Bahkan, pihak keluarga masih sempat berkunjung dan berbincang dengan almarhum pada Senin (26/01/2026) pagi sebelum peristiwa terjadi. Saat itu, tidak ada keluhan yang disampaikan, meskipun almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
NR juga menjelaskan bahwa dari keluarga besar, hanya almarhum dan satu anggota keluarga lain yang berdomisili di Kota Metro. Sementara anggota keluarga lainnya tinggal di Lampung Tengah dan Lampung Utara. Rumah di Yosorejo tersebut merupakan rumah orang tua keluarga yang hingga akhir hayat akan menjadi tempat tinggal almarhum.
Di tengah suasana duka, pihak keluarga mengajak publik untuk menghentikan penyebaran video yang telah beredar. Permohonan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum serta upaya menjaga perasaan keluarga yang tengah berduka.
“Kami hanya berharap ada ruang untuk menghormati kepergian beliau dengan tenang, tanpa memperpanjang luka bagi keluarga,” tutup NR.
Sebagai bentuk empati, redaksi Sekelik Metro turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi masa berduka ini. (MNP/Fi)