SEKELIK METRO — Pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap pembangunan di Kota Metro. Akibat kebijakan efisiensi tersebut, daerah berjuluk Bumi Sai Wawai kehilangan anggaran hingga Rp177 miliar.
Dampaknya, sejumlah program pembangunan infrastruktur pada tahun ini terancam tersendat. Terutama pada sektor perbaikan jalan yang dipastikan tidak berjalan optimal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Sri Mulyani, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur jalan pada 2026 menjadi sangat minim.
Ia menjelaskan, kegiatan perbaikan jalan tahun ini hanya difokuskan pada pemeliharaan rutin berupa tambal sulam di ruas-ruas yang mengalami kerusakan.
“Pemangkasan TKD dari pemerintah pusat sangat berpengaruh. Tahun ini pembangunan jalan sangat terbatas karena anggaran tidak mencukupi,” ujar Sri Mulyani, Selasa (31/4/2026).
Tak hanya itu, beban tunda bayar proyek tahun 2025 juga turut mempersempit ruang fiskal. Kondisi ini berdampak pada tidak adanya alokasi untuk pembangunan maupun perbaikan drainase, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam penanganan banjir.
“Anggaran infrastruktur 2026 sebagian besar digunakan untuk melunasi tunda bayar tahun lalu. Sisanya hanya cukup untuk pemeliharaan jalan dan gedung. Untuk drainase belum ada anggaran,” jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyesuaian dan pergeseran anggaran, sehingga besaran pasti pagu untuk perbaikan infrastruktur belum dapat dipastikan.
“Anggaran infrastruktur di luar DAK masih dalam proses pergeseran, jadi angkanya masih dinamis,” katanya. (MNP)