KMP Portlink III Menuju Merak, Ini Kapasitas Kapal yang Disiapkan ASDP


LAMPUNG SELATAN | SEKELIK METRO  — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan KMP Portlink III untuk mendukung operasional penyeberangan Merak–Bakauheni. Kapal tersebut diberangkatkan dari Paciran menuju Merak sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat kesiapan armada di jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan kesiapan armada menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Hal ini mengingat lintasan Merak–Bakauheni memiliki peran strategis dalam menunjang perjalanan masyarakat sekaligus distribusi barang antarpulau.

Menurut Heru, penyiapan kapal dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta pemenuhan standar keselamatan yang berlaku.

“Kami terus berupaya memastikan dukungan kapal tersedia secara optimal agar layanan penyeberangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan andal,” ujar Heru.

KMP Portlink III berangkat dari Paciran pada Kamis (22/10/2026) pukul 16.50 WIB. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Merak pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapal dengan bobot 15.341 gross tonnage (GT) itu memiliki kapasitas angkut hingga 250 penumpang dan 150 unit kendaraan campuran. Kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan layanan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni.

Meski demikian, kapal tersebut belum langsung beroperasi setelah tiba di Merak. ASDP akan melakukan pemeriksaan serta menyiapkan kebutuhan teknis dan administrasi operasional sesuai ketentuan sebelum kapal mulai melayani pengguna jasa.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa kesiapan armada mencakup sejumlah aspek, mulai dari kondisi teknis kapal hingga pemenuhan persyaratan keselamatan dan koordinasi operasional.

Menurut Windy, seluruh tahapan tersebut perlu dipastikan berjalan sesuai prosedur agar kapal dapat beroperasi dengan memenuhi standar keselamatan dan pelayanan.

“Setelah tiba di Merak, KMP Portlink III akan menjalani tahapan pemeriksaan dan persiapan operasional sesuai prosedur yang berlaku sebelum mulai melayani lintasan Merak–Bakauheni,” kata Windy.

Selain memastikan kondisi kapal, ASDP juga memperhatikan kesiapan layanan di pelabuhan serta pengaturan operasional. Koordinasi dengan berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga keteraturan pelayanan, terutama pada lintasan dengan mobilitas penumpang dan kendaraan yang tinggi.

Windy mengatakan, kelancaran penyeberangan Merak–Bakauheni memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar perjalanan masyarakat. Jalur tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antara Jawa dan Sumatera.

Karena itu, ASDP menyatakan akan terus memperkuat kesiapan armada dan meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keandalan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. (*)