SEKELIK METRO — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Ahmad Haryanto membuka Seminar Nasional How to Be a Great Teacher bertema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, tapi Mampu Menginspirasi” di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro.
Seminar tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan motivasi sekaligus kapasitas tenaga pendidik, khususnya para guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Kegiatan ini mendorong guru tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi sosok yang memberikan inspirasi bagi peserta didik.
Ketua PC IMM Kota Metro Haris Al-Asad mengatakan, berbagai inovasi dalam dunia pendidikan berawal dari ide dan inspirasi. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memberikan teladan sekaligus memotivasi siswa untuk terus berkembang.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah motivasi bagi kita semua untuk menjalankan tugas sebagai guru profesional dan selalu menginspirasi,” kata Haris.
Haris menjelaskan, seminar tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Pesertanya menyasar tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Nyoto Suseno menekankan bahwa menjadi pengajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi pelajaran.
Menurutnya, seorang guru juga dituntut mampu mengarahkan, membimbing, dan memberikan inspirasi kepada peserta didik yang nantinya menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.
“Pengajar belum tentu mengajar, tetapi harus mampu menginspirasi. Ini yang penting, bagaimana kita menjadi guru yang mampu mengarahkan dan menginspirasi siswa-siswa kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Haryanto membacakan sambutan Wali Kota Metro. Ia menyebut tema seminar memiliki pesan penting terkait besarnya peran guru dalam membentuk generasi masa depan.
“Pengajar belum tentu mengajar, tetapi guru yang baik mampu menginspirasi,” kata Ahmad.
Ia menjelaskan, proses mengajar bukan sekadar menyampaikan materi di dalam kelas. Lebih dari itu, guru memiliki tanggung jawab dalam membentuk pola pikir, karakter, rasa percaya diri, hingga membantu peserta didik menemukan potensi terbaiknya.
Menurut Ahmad, waktu guru bersama siswa mungkin hanya beberapa jam dalam sehari. Namun, nasihat, keteladanan, dan perhatian yang diberikan seorang guru dapat membekas dalam ingatan siswa dalam waktu yang jauh lebih lama.
“Adakalanya peserta didik lupa terhadap materi pelajaran yang disampaikan, tetapi mereka akan selalu mengingat guru yang menghargai, menyemangati, dan meyakini kemampuan mereka,” ujarnya.
Ahmad juga menyoroti tantangan guru di tengah perkembangan teknologi digital. Saat ini, siswa dapat memperoleh informasi dengan cepat dari berbagai sumber. Karena itu, peran guru dinilai semakin penting dalam membimbing siswa memilah informasi sekaligus menanamkan nilai dan karakter.
“Dalam situasi seperti ini, guru tidak lagi hanya berperan sebagai sumber pengetahuan. Guru juga berperan sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, teladan, sekaligus pembentuk karakter,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi kolaborasi PC IMM Kota Metro bersama DPW Teacher Preneur Nusantara Provinsi Lampung dalam menggelar seminar tersebut.
Menurut Ahmad, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.
Ia berharap seminar nasional tersebut tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat melahirkan gagasan, gerakan, dan praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (*)