Membangun Pemerintahan Bersih di Metro, Anes Tekankan Peran APIP dan OPD

 

SEKELIK METRO — Menjelang pelaksanaan Sosialisasi Antikorupsi di Kota Metro pada 10 September 2026, perhatian kembali tertuju pada pentingnya keteladanan aparatur pemerintahan dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan birokrasi.

Inisiator kegiatan, Hendra Apriyanes atau akrab  di sapa Anes, mengatakan upaya pencegahan korupsi perlu dibangun melalui komitmen bersama, tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga lewat perilaku aparatur dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sosialisasi Antikorupsi tersebut merupakan bagian dari kolaborasi masyarakat sipil dengan Pemerintah Kota Metro. Dalam kegiatan itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI dijadwalkan hadir sebagai narasumber.

Anes berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat membangun budaya saling mengingatkan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, komunikasi dan pengawasan antarperangkat daerah diperlukan untuk mencegah munculnya potensi persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia juga menilai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran penting dalam mendorong kepatuhan dan penguatan integritas di lingkungan pemerintah daerah.

"APIP harus menjadi teladan. Bagaimana OPD lain mau mengikuti dan menjadikan pengawasan sebagai budaya kalau APIP sendiri tidak mampu memberikan contoh yang baik, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat?" ujar Anes. (31\08/26)

Menurut dia, fungsi pengawasan sebaiknya berjalan beriringan dengan upaya pembinaan. Keteladanan tersebut, lanjutnya, dapat tercermin melalui pelayanan yang profesional, transparan, responsif, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Anes juga mengingatkan agar setiap aparatur berhati-hati dalam menjalankan kewenangan dan mengambil keputusan. Ia berharap seluruh proses pemerintahan tetap berpedoman pada aturan sehingga potensi persoalan dapat dicegah sejak awal.

"Kalau ingin membangun pemerintahan yang bersih, semuanya harus dimulai dari keteladanan. APIP memberikan contoh, OPD mengikuti, dan antar-OPD saling mengingatkan. Jangan saling membiarkan," katanya.

Ia menegaskan masyarakat sipil memiliki posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Karena itu, Sosialisasi Antikorupsi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang dialog untuk memperkuat pencegahan korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Masyarakat sipil ingin menjadi mitra kritis pemerintah. Kita ingin Pemerintah Kota Metro semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin baik dalam melayani masyarakat. Karena itu, setiap potensi persoalan harus dicegah sejak awal," pungkas Anes. (MNP)