SEKELIK METRO — DPC Partai Hanura Kota Metro memiliki kantor baru di Jalan AM. Bangsawan, Metro Pusat. Peresmian yang berlangsung Selasa (22/9/2026) itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan aktivitas organisasi Hanura di tingkat daerah.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Lampung, AKBP (Purn.) Nazaruddin, mengapresiasi langkah jajaran Hanura Kota Metro dalam membangun dan mengembangkan organisasi. Menurut dia, sejumlah perkembangan yang terlihat di Metro menunjukkan adanya inisiatif dari internal pengurus.
Nazaruddin mengatakan, berbagai langkah tersebut tidak semata-mata lahir karena arahan dari tingkat provinsi. Ia justru melihat adanya kemauan dari pengurus daerah untuk menggerakkan organisasi secara mandiri.
“Saya bangga dengan Kota Metro. Saya tidak pernah memerintah dan tidak pernah memaksa. Tetapi sudah banyak yang dilakukan oleh teman-teman Hanura Metro, termasuk mendekatkan aktivitas kepartaian dengan kantor DPC,” kata Nazaruddin.
Ia berharap keberadaan kantor baru tidak hanya menjadi penanda administratif, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan organisasi. Kantor tersebut diharapkan menjadi tempat membangun komunikasi, koordinasi, konsolidasi, sekaligus menyusun berbagai kegiatan kepartaian.
Menurut Nazaruddin, pembenahan organisasi juga tidak cukup hanya dilakukan melalui penyusunan kepengurusan maupun pemenuhan administrasi. Perkembangan partai, kata dia, harus terlihat dari aktivitas nyata dan konsistensi pengurus dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Nazaruddin menyoroti keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan Hanura Kota Metro. Ia menilai banyaknya perempuan dalam kepengurusan bukan menjadi persoalan, melainkan dapat menjadi potensi yang mendukung perkembangan organisasi.
“Saya melihat pengurus wanitanya lebih banyak dari yang pria. Ini bukan sesuatu yang salah. Justru menurut saya, banyaknya perempuan dalam kepengurusan bisa menjadi kekuatan untuk perkembangan organisasi ke depan,” ujarnya.
Menurut dia, perempuan, khususnya para ibu, memiliki ruang interaksi yang luas dengan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal dalam memperluas komunikasi serta aktivitas organisasi.
Karena itu, Nazaruddin berharap keterlibatan perempuan tidak sebatas tercantum dalam struktur kepengurusan. Mereka juga didorong untuk mengambil peran dalam menjalankan program dan kegiatan organisasi.
Nazaruddin juga menyampaikan rencana evaluasi terhadap struktur kepengurusan Hanura di 15 kabupaten/kota di Lampung.
Evaluasi tersebut akan melihat kondisi organisasi secara langsung, termasuk keberadaan struktur KSB yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Selain itu, aktivitas serta kebutuhan masing-masing pengurus daerah juga akan menjadi perhatian.
“Kita ingin mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan anak-anak di daerah, apa yang perlu mereka minta dari kita, termasuk memastikan apakah 15 kabupaten/kota benar-benar memiliki kepengurusan, terutama KSB,” kata dia.
Ia menegaskan evaluasi tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi. DPD ingin mengetahui kondisi faktual organisasi di lapangan sehingga persoalan maupun kebutuhan setiap daerah dapat dipetakan.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi DPD Hanura Lampung periode 2025–2030, khususnya dalam memperkuat struktur organisasi di seluruh kabupaten/kota.
Nazaruddin juga mengingatkan agar kegiatan organisasi tidak berhenti pada acara seremonial. Menurutnya, setiap program perlu memiliki perencanaan dan keberlanjutan, termasuk memperhitungkan kebutuhan operasional ketika pengurus menjalankan kegiatan di lapangan.
“Jangan hanya memikirkan kegiatan hari ini. Kegiatan kemarin saja kita tahu, untuk bergerak ke lapangan membutuhkan BBM dan kebutuhan operasional lainnya. Jadi harus dipikirkan juga bagaimana keberlanjutan kegiatan organisasi,” tuturnya.
Ia mendorong pengurus membangun sistem kerja yang dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan begitu, kegiatan organisasi tidak sekadar menghasilkan dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari proses memperkuat struktur dan aktivitas Hanura di daerah.
Nazaruddin menyebut 2029 sebagai salah satu momentum untuk melihat perkembangan organisasi Hanura Kota Metro.
Ia mengatakan, ukuran kegiatan bukan menjadi persoalan selama pengurus menjalankannya sesuai kemampuan dan tetap memiliki tujuan untuk mengembangkan organisasi.
“Saya orangnya biasa saja. Kalau mampu, ya alhamdulillah. Kalau tidak mampu, tidak apa-apa. Saya tidak marah. Yang penting pada akhir tahun 2029, Kota Metro ini menunjukkan perkembangan dan organisasi kita semakin banyak,” katanya.
Ia menilai konsistensi pengurus menjadi salah satu unsur penting dalam proses pembenahan organisasi. Karena itu, Hanura Kota Metro didorong membangun pola kerja yang lebih aktif dan tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial.
“Saya ingin Hanura ke depan jangan biasa-biasa saja seperti dulu. Kita harus berani berbicara, bekerja, dan membangun organisasi. DPD akan memberikan ruang, sementara pelaksanaan dan pengembangan di daerah menjadi tanggung jawab pengurus masing-masing,” pungkas Nazaruddin.
Peresmian kantor baru DPC Hanura Kota Metro turut dihadiri Sekretaris DPD Hanura Provinsi Lampung Ade Sanjaya, S.A.B., M.M., Bendahara Iman Agus Kartawinata, S.H., serta jajaran DPD Hanura Lampung.
Hadir pula Ketua DPD Lasmura Lampung Rahmat Saleh, Sekretaris DPD Lasmura Lampung M. Ayub Fajri, Bendahara DPD Lasmura Lampung Soni Rahmadhan, serta jajaran pengurus DPC Hanura Kota Metro.
Peresmian tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk memperkuat komunikasi internal dan konsolidasi organisasi. Keberadaan kantor baru diharapkan dapat menunjang aktivitas kepartaian sekaligus menjadi pusat koordinasi pengurus di tingkat daerah.
Dengan agenda pembenahan hingga 2029, Hanura Kota Metro didorong tidak hanya memiliki fasilitas organisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan keberadaan kantor tersebut ke dalam aktivitas yang konsisten dan terukur di tengah masyarakat. (*)