Jangan Sepelekan! Ini 7 Kebiasaan Menahan Respons Tubuh yang Bisa Berdampak pada Kesehatan


SEKELIK METRO - Tanpa disadari, banyak orang kerap menahan berbagai respons alami tubuh, mulai dari buang angin, bersin, hingga buang air kecil. Padahal, jika terlalu sering dilakukan, kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan.

Berikut beberapa efek yang perlu diketahui:

1. Menahan Kentut
Menahan buang angin dapat membuat gas menumpuk di dalam saluran pencernaan. Akibatnya, perut terasa kembung, begah, hingga memicu nyeri atau kram.

2. Menahan Bersin
Bersin merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan partikel asing dari saluran pernapasan. Jika ditahan, tekanan di area hidung, telinga, dan sinus bisa meningkat. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri telinga atau mimisan. Meski sangat jarang, menahan bersin juga berisiko menimbulkan cedera pada saluran napas maupun gendang telinga.

3. Menahan Ngantuk Saat Berkendara
Rasa kantuk saat mengemudi sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons, hingga memicu microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik tanpa disadari. Situasi tersebut sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

4. Menahan Lapar Terlalu Lama
Terlambat makan dalam waktu yang lama dapat membuat tubuh kehilangan energi. Akibatnya, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan berpotensi membuat seseorang makan berlebihan saat akhirnya menyantap makanan.

5. Menahan Buang Air Kecil
Kebiasaan menahan pipis dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Selain itu, kandung kemih bisa terasa nyeri atau tidak nyaman. Jika dilakukan berulang dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat mengganggu fungsi kandung kemih.

6. Menahan Buang Air Besar
Menunda buang air besar dapat menyebabkan sembelit karena feses menjadi lebih keras. Kondisi ini juga meningkatkan risiko munculnya wasir (ambeien) dan fisura ani atau robekan kecil pada area anus.

7. Menahan Haus
Selain saat menjalankan ibadah puasa, menahan haus dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Gejalanya meliputi mulut kering, sakit kepala, tubuh mudah lelah, hingga konsentrasi menurun. Pada kondisi yang berat, dehidrasi dapat mengganggu fungsi ginjal dan organ tubuh lainnya.

Saat menjalankan ibadah puasa, menahan haus merupakan bagian dari ibadah. Namun, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi dengan minum air yang cukup sejak berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Menjaga respons alami tubuh dan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan, minum, serta istirahat yang cukup, menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sehari-hari. (*)