Wakil Wali Kota Metro: Perempuan Harus Jadi Motor Pembangunan Daerah

SEKELIK METRO – Peran perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah. Tak hanya berkontribusi di lingkungan keluarga, perempuan juga memiliki peran strategis dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro masa bakti 2026-2031 yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (22/6/2026).

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengatakan Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan organisasi. Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun arah dan strategi organisasi ke depan.

"Musyawarah Daerah merupakan forum yang penting dan strategis. Selain menjadi sarana evaluasi program kerja, Musda juga menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah organisasi ke depan serta memilih kepengurusan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan," ujar Rafieq.

Ia berharap pelaksanaan Musda berlangsung secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Hasil yang lahir dari forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Menurut Rafieq, perempuan saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam keluarga. Lebih dari itu, perempuan memiliki peran sebagai agen perubahan dan bagian penting dalam pembangunan.

"Perempuan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga penggerak perubahan, agen pembangunan, dan pilar utama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas serta masyarakat yang maju dan sejahtera," katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh organisasi yang tergabung dalam GOW untuk terus meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan inovasi agar mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Rafieq mengajak organisasi perempuan untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kesehatan keluarga, dan penguatan ekonomi masyarakat.

"Organisasi perempuan harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Perannya sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Sari Rafieq, menegaskan bahwa Musda VI bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momen penting untuk melakukan refleksi sekaligus evaluasi terhadap perjalanan organisasi.

Nidia menilai Musda harus menjadi ruang untuk mengukur sejauh mana GOW telah memberikan manfaat nyata bagi perempuan dan masyarakat Kota Metro.
"Musda bukan sekadar agenda lima tahunan atau hanya memilih ketua umum. Musda adalah audit keberanian kita sebagai organisasi," tegasnya.

Ia menjelaskan tema Musda VI, yakni GOW Kota Metro Bersinergi Membangun Perempuan Berdaya, Maju dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045, harus diwujudkan melalui program kerja yang terukur dan memberikan dampak nyata.

Menurut Nidia, Kota Metro saat ini mencatat Indeks Pembangunan Gender sebesar 96,94, yang menjadi salah satu capaian terbaik di Provinsi Lampung. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat organisasi perempuan berpuas diri.

"Angka yang baik tidak berarti seluruh perempuan telah merasa aman. Tidak otomatis seluruh pelaku usaha perempuan sudah mandiri, dan belum tentu tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak," katanya.

Ia menambahkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Karena itu, GOW memiliki tanggung jawab untuk menjembatani kesenjangan antara capaian statistik pembangunan gender dengan kondisi nyata yang masih dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tugas GOW adalah menjembatani jarak antara angka statistik dan realitas kehidupan perempuan di masyarakat," pungkasnya. (Fi)