SEKELIK METRO - Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Metro pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 terbilang tinggi. Hingga akhir masa pendaftaran, tercatat sebanyak 1.477 calon peserta didik mendaftarkan diri melalui berbagai jalur penerimaan.
Kepala SMA Negeri 1 Metro, Ibnu Budi Cahyana, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar dan kondusif. Menurutnya, sistem penerimaan yang diterapkan merupakan penyempurnaan dari mekanisme yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.
“Pelaksanaan SPMB dimulai 2 Juni hingga 13 Juni 2026. Tahap awal berupa pendaftaran dan verifikasi faktual berkas, kemudian dilanjutkan dengan tes potensi akademik berbasis CAT pada 8 dan 9 Juni,” kata Ibnu saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB mengacu pada kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang menitikberatkan pada prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Menurut Ibnu, pola penerimaan tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon peserta didik. Siswa yang belum berhasil diterima di sekolah unggulan masih memiliki peluang untuk melanjutkan pendaftaran ke SMA negeri reguler lainnya.
“Tingkat harapan orang tua dan siswa tetap terbuka. Jika belum berhasil di sekolah unggulan, masih ada kesempatan mendaftar ke sekolah reguler,” ujarnya.
Pada SPMB 2026, SMA Negeri 1 Metro membuka kuota sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Kuota tersebut didistribusikan melalui jalur prestasi sebanyak 35 persen, domisili 30 persen, afirmasi 30 persen, serta mutasi dan mutasi anak guru sebesar 5 persen.
Dari total 1.477 pendaftar yang masuk ke sistem, sebanyak 934 calon peserta didik dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Sementara itu, 501 pendaftar tidak memenuhi syarat dan 42 lainnya masih dalam proses verifikasi.
Jalur prestasi menjadi jalur dengan jumlah peminat terbanyak. Tercatat sebanyak 764 calon siswa mendaftar melalui jalur tersebut, disusul jalur domisili dengan 571 pendaftar.
Ibnu menjelaskan, sekitar 800 peserta mengikuti tes potensi akademik yang menjadi penentu utama dalam proses seleksi. Khusus jalur domisili, lokasi tempat tinggal hanya digunakan sebagai syarat pendaftaran, bukan sebagai dasar kelulusan.
“Banyak masyarakat yang bertanya karena nama anaknya tidak muncul dalam kuota yang tampil di aplikasi. Padahal seleksi belum dilakukan. Penentuan akhir tetap berdasarkan hasil tes potensi akademik,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik baru berlangsung secara terbuka dan tidak memberikan ruang bagi praktik titipan maupun gratifikasi.
“Kami tegaskan tidak ada lagi titipan. Seluruh proses dilakukan sesuai aturan dan sistem yang berlaku. Jika ada yang terbukti melakukan pelanggaran, akan ada sanksi tegas,” katanya.
Meski secara umum berjalan baik, Ibnu mengakui terdapat sejumlah kendala selama proses pendaftaran. Salah satunya adalah waktu pendaftaran yang berdekatan dengan jadwal pembagian rapor, pengumuman kelulusan, serta penerbitan peringkat paralel siswa.
Selain itu, sejumlah calon peserta didik dari pondok pesantren mengalami kesulitan memperoleh dokumen pendukung yang menjadi syarat pendaftaran jalur prestasi, seperti rapor, surat keterangan lulus, dan peringkat paralel.
Kendati demikian, pihak sekolah memastikan seluruh tahapan SPMB 2026 di SMA Negeri 1 Metro tetap berjalan sesuai jadwal dan berlangsung kondusif hingga proses seleksi berakhir. (*)