Bahagia di Usia Senja, Visi Dr. Wahdi tentang Lansia SMART Indonesia



SEKELIK METRO - Di masa depan, ketika angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat dan struktur penduduk semakin didominasi kelompok lanjut usia, cara pandang terhadap lansia harus ikut berubah. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai kelompok yang identik dengan keterbatasan, melainkan sebagai generasi yang tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.

Gagasan tersebut menjadi perhatian Dr. dr. Wahdi, Sp.OG., Subsp.Obginsos, S.H., M.H., akademisi sekaligus pemerhati kesehatan yang selama ini konsisten mengampanyekan pentingnya peningkatan kualitas hidup lanjut usia. Sebagai Ketua Gemasic Indonesia, Ketua Forum Kota Inklusif periode 2022–2025, serta Dewan Penasehat DPD LBH KIS Kota Metro, Wahdi meyakini bahwa masa tua seharusnya menjadi fase kehidupan yang tetap menyenangkan, produktif, dan bermartabat.

Menurutnya, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti bergerak ataupun kehilangan semangat hidup. Sebaliknya, masa lanjut usia merupakan periode ketika seseorang memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, lebih tenang, lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual, serta lebih mampu menikmati kebahagiaan dalam kesederhanaan.

"Masa tua bukan akhir dari perjalanan, melainkan babak kehidupan yang perlu dijalani dengan sehat, damai, dan penuh rasa syukur. Kuncinya adalah menjaga pola hidup sehat dan semangat menjalani aktivitas," ungkapnya.

Dalam mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia, Wahdi membagikan sejumlah panduan sederhana yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lansia dianjurkan untuk tetap berjalan setiap hari meskipun hanya di dalam rumah, karena otot dan sistem persarafan membutuhkan rangsangan gerak secara rutin. Gerakan ringan saat bangun tidur juga penting dilakukan untuk menjaga kelenturan otot dan sendi.

Pengelolaan emosi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Ketika hati merasa tidak nyaman atau muncul rasa kesal, menarik napas panjang dan menenangkan diri dapat membantu menjaga keseimbangan psikologis.

Lansia juga dianjurkan untuk tidak memaksakan diri mengingat sesuatu saat mengalami lupa, melainkan memberi waktu bagi pikiran untuk bekerja secara alami.

Di tengah perubahan iklim dan cuaca yang semakin ekstrem, penggunaan pendingin ruangan diperbolehkan selama kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan memperbanyak minum air putih secara bertahap. Pola hidup sehat juga mencakup penguatan fungsi tubuh melalui latihan otot dasar panggul, menjaga tekanan darah dalam batas normal, serta membiasakan konsumsi buah dan sayuran segar setiap hari.

Wahdi juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mulut dan wajah melalui latihan sederhana seperti menggerakkan bibir, meniup, membuka mulut ke berbagai arah, dan melatih otot-otot wajah. Langkah sederhana tersebut diyakini dapat membantu mempertahankan fungsi otot di usia lanjut.

Lebih jauh, kesehatan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pikiran dan perasaan. Filosofi hidup bahwa setiap orang memiliki masalah, namun tidak perlu menambah masalah baru, menjadi prinsip penting dalam menjalani masa tua dengan damai. Lansia diajak untuk menikmati waktu hening setiap hari, duduk santai, memejamkan mata, serta membiarkan pikiran beristirahat dari berbagai persoalan kehidupan.

Aktivitas fisik yang menyenangkan juga menjadi bagian dari konsep penuaan sehat. Bermain air, berenang, mengikuti senam lansia, berjalan menikmati alam pedesaan, melihat hamparan sawah yang hijau, hingga melakukan pekerjaan rumah ringan merupakan aktivitas yang tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan mental.

Di era digital yang semakin berkembang, Wahdi mengingatkan pentingnya mengurangi waktu berlebihan di depan televisi maupun telepon genggam. Sebagai gantinya, lansia dianjurkan untuk memperbanyak interaksi sosial, mengikuti pengajian, menghadiri ceramah kesehatan dan keagamaan, serta tetap aktif dalam kegiatan kemasyarakatan yang memberikan energi positif.

Ia juga mengajak para lansia untuk melakukan hal-hal yang disukai, menghindari stres yang tidak perlu, tidak terlalu mengejar kehormatan sebagaimana masa kejayaan dahulu, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk membangun kehidupan mereka sendiri. Menurutnya, regenerasi adalah proses alamiah yang harus diterima dengan lapang dada.

Dalam aspek spiritual, Wahdi menekankan pentingnya memperbanyak dzikir, istigfar, membaca Al-Qur'an, membaca bacaan ringan yang menyenangkan, serta membiasakan diri berpikir positif dengan selalu mengingat Allah. Sikap menerima segala sesuatu dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur diyakini mampu menciptakan ketenteraman jiwa yang berkelanjutan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa berbuat baik kepada orang lain akan menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri. Senyuman, keramahan, dan sikap ceria merupakan bentuk energi positif yang membuat seseorang lebih mudah diterima dan dicintai lingkungan sekitarnya.

Seluruh prinsip tersebut bermuara pada visi besar yang disebut sebagai Lansia SMART, yaitu lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Terampil. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada usia panjang, tetapi juga pada kualitas hidup yang tetap terjaga hingga usia lanjut.

Ke depan, lansia Indonesia diharapkan mampu terus belajar, berkarya, menjaga relasi sosial, serta menjadi sumber inspirasi dan kebijaksanaan bagi keluarga maupun masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pendekatan yang mencakup tujuh dimensi utama kehidupan lansia, yaitu spiritual, kesehatan fisik, intelektual, sosial kemasyarakatan, emosional, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

Melalui program sekolah lansia, olahraga dan senam lansia, terapi aktivitas seperti renang, penguatan spiritual, pendampingan caregiver, masa depan lansia Indonesia diharapkan menjadi lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih bermartabat.

Menuju Indonesia Emas 2045, lansia bukan lagi sekadar kelompok penerima layanan sosial, melainkan bagian penting dari pembangunan manusia yang berkelanjutan. Mereka adalah generasi yang menyimpan pengalaman, nilai kehidupan, dan kebijaksanaan yang sangat berharga bagi bangsa.

Karena pada akhirnya, masa tua yang bahagia bukan sekadar tentang bertambahnya usia. Masa tua yang sesungguhnya adalah ketika seseorang tetap mampu tersenyum menyambut pagi, bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Tuhan, menjaga kesehatan, berbagi kebaikan, dan menjalani hari-hari dengan damai, bermakna, serta penuh cinta.

Itulah gambaran masa depan Lansia SMART Indonesia: sehat tubuhnya, kuat spiritualnya, aktif kehidupannya, produktif karyanya, dan tetap menjadi inspirasi sepanjang usia. (MNP)

SEKELIK METRO
Calamus Gladio Fortior
www.sekelikmetro.com
AKTUAL
CEPAT
AKURAT
TERPERCAYA

BERITA TERKINI

Update cepat dan akurat setiap saat

LIPUTAN BERKUALITAS

Foto & video jernih, liputan mendalam

UNTUK MASYARAKAT

Menyajikan berita yang edukatif dan inspiratif