HUT Kota Metro ke-89, Festival Ekonomi Rakyat Hadirkan Kolaborasi UMKM, Komunitas, dan Aksi Sosial

SEKELIK METRO — Semangat gotong royong dan kemandirian warga menjadi warna utama dalam pembukaan Festival Ekonomi Rakyat dan Aksi Sosial Berbasis Komunitas yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro.

Festival tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melalui prosesi pemukulan gong di Lapangan Samber Park, Selasa (9/6). Pembukaan itu sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama 20 hari ke depan.

Berbagai kegiatan disiapkan dalam festival tersebut, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, bazar UMKM, aksi sosial, hingga ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan penyelenggaraan festival tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, seluruh kegiatan terlaksana berkat partisipasi dan dukungan masyarakat yang terlibat dalam berbagai komunitas.

"Seluruh pembiayaan kegiatan ini berasal dari partisipasi masyarakat dan semangat gotong royong berbagai elemen yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan kemandirian masyarakat Kota Metro terus tumbuh dalam mendukung pembangunan daerah," kata Bambang.

Ia menjelaskan, tema HUT ke-89 Kota Metro tahun ini, yakni "Harmoni Nyata, Cerdas, Bahagia", mencerminkan tekad bersama untuk membangun kota yang mampu menjaga keharmonisan dalam keberagaman, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurut Bambang, Festival Ekonomi Rakyat dan Aksi Sosial Berbasis Komunitas menjadi salah satu bentuk nyata implementasi tema tersebut. Melalui kegiatan itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dapat diwujudkan dalam program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

"Festival ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Semua pihak bergerak bersama untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi Kota Metro," ujarnya.

Bambang juga menyoroti pentingnya peran ekonomi rakyat dalam menopang pembangunan daerah. Ia menilai keberadaan UMKM, pedagang, pengrajin, petani, hingga pelaku ekonomi kreatif menjadi motor penggerak perekonomian sekaligus pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

"Ekonomi rakyat memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka peluang kerja, sektor ini juga menjadi penopang ketahanan ekonomi masyarakat di berbagai kondisi," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bambang mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk lokal dan memperkuat semangat kewirausahaan. Ia juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan partisipasi warga.

Menurutnya, dukungan terhadap usaha lokal dan meningkatnya solidaritas sosial akan berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Festival yang menjadi bagian dari pesta rakyat HUT ke-89 Kota Metro tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi yang produktif sekaligus mendorong masyarakat untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan yang diusung, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Metro sebagai Bumi Sai Wawai yang harmonis, cerdas, dan sejahtera.