Suasana Haru Pemakaman Brigadir Arya Supena, Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara

SEKELIK METRO – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman anggota Polda Lampung, Brigadir Arya Supena, yang gugur usai ditembak terduga pelaku curanmor di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Upacara pemakaman secara kedinasan berlangsung khidmat di Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.

Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut isak tangis keluarga serta kerabat. Turut hadir dalam prosesi tersebut Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, bersama jajaran Pejabat Utama Polda Lampung yang memberikan penghormatan terakhir kepada anggota Bhayangkara tersebut.


Peristiwa penembakan yang terjadi di Jalan ZA Pagaralam, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan institusi kepolisian. Brigadir Arya Supena diketahui merupakan anggota Polri yang berdinas di Polda Lampung. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya anggota kepolisian tersebut. Menurutnya, seluruh jajaran Polda Lampung turut kehilangan sosok Bhayangkara yang berdedikasi dalam menjalankan tugas.

Ia menjelaskan, upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Lampung sebagai inspektur upacara. Prosesi penghormatan terakhir berlangsung penuh haru, diiringi doa dari keluarga, kerabat, dan rekan sesama anggota kepolisian.

“Untuk proses penyelidikan dari dua orang pelaku curanmor, saat ini masih terus dilakukan pengejaran. Dan sudah dibentuk tim khusus dari Jatanras Polda Lampung bersama Jatanras Polresta Bandar Lampung,” kata Kombes Pol Yuni kepada awak media usai pemakaman.

Polda Lampung juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar kedua pelaku penembakan terhadap Brigadir Arya Supena segera ditangkap. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

“In sya Allah saat ini masih didalami, mohon doa dari rekan-rekan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga almarhum berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Keluarga juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pelaku curanmor dan begal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

“Pelakunya segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya. Kemudian saya berharap dari peristiwa ini, pihak kepolisian bisa menindak tegas pelaku maling motor atau begal, jadi betul-betul bisa ditindak tegas,” ungkap Abdi Yantoro, keluarga almarhum.

Kasus penembakan anggota Polda Lampung ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan masyarakat terhadap maraknya aksi curanmor di Lampung. Polisi memastikan proses pengejaran pelaku terus dilakukan secara intensif melalui tim gabungan yang telah dibentuk. (Fi)