SEKELIK METRO — Pemerintah terus menggenjot penguatan ekonomi berbasis desa. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, turut menghadiri soft launching 1.061 Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara hybrid dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2025).
Peluncuran yang dipusatkan di Kelurahan Yosomulyo ini menjadi penanda dimulainya babak baru penguatan ekonomi kerakyatan. Koperasi Merah Putih diproyeksikan sebagai pusat distribusi, layanan, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.
Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, menyebut peresmian tersebut sebagai momentum nasional yang lahir dari kerja bersama lintas sektor. Mulai dari pemerintah daerah hingga unsur Forkopimda, seluruh pihak dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan program strategis ini.
Ia mengungkapkan, dari 1.061 koperasi yang diluncurkan secara nasional, Provinsi Lampung menargetkan pembangunan 1.258 unit. Hingga kini, lebih dari 350 unit telah terealisasi atau sekitar 28 persen. Khusus di Kota Metro, lima dari 18 titik yang direncanakan telah siap beroperasi dan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Sumarlin menegaskan, Koperasi Merah Putih bukan sekadar bangunan fisik. Lembaga ini akan menjadi penggerak ekonomi desa dengan menyerap hasil pertanian warga sekaligus memenuhi kebutuhan dasar, seperti obat-obatan, gas, hingga layanan listrik. Di Metro, yang dikenal sebagai sentra produksi beras, koperasi akan difokuskan pada penyerapan gabah dan beras petani untuk mendukung program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya itu, program ini juga membuka peluang kerja baru. Setiap koperasi akan dikelola oleh 29 tenaga kerja yang direkrut melalui skema Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), dengan prioritas warga desa dari lulusan SMA hingga sarjana.
Sementara itu, Bambang Iman Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk mendukung penuh keberlanjutan Koperasi Merah Putih. Ia menilai koperasi ini sebagai institusi ekonomi hidup yang diharapkan memberi dampak nyata bagi desa dan kelurahan, bukan sekadar proyek seremonial.
“Ini adalah langkah konkret membangun ekonomi dari desa. Pemerintah Kota Metro siap mengawal agar koperasi ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bambang. (Fi)