-->

Notification

×

Iklan

data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

Iklan

Langkah Nyata Pemkot Metro, Dua Anak Penderita Jantung Dapat Akses Pengobatan ke RS Harapan Kita Jakarta

4/07/26 | April 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-06T21:30:26Z

Sekelik Metro — Pemerintah Kota Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin layanan kesehatan anak. Wali Kota Metro melepas sekaligus memberikan bantuan kepada dua anak penderita penyakit jantung yang akan menjalani pengobatan lanjutan di RS Jantung Harapan Kita.



Prosesi pelepasan berlangsung di rumah dinas Wali Kota dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Metro. Wali Kota Bambang Iman Santoso menyebut, langkah ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi kondisi medis serius.


“Penanganan penyakit jantung pada anak membutuhkan perhatian khusus dan kolaborasi berbagai pihak. Kami akan terus berupaya menghadirkan dukungan, baik dari pemerintah pusat maupun sektor lainnya, agar fasilitas kesehatan di daerah semakin memadai,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).


Ia menambahkan, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kota Metro mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.


Sementara itu, Koordinator Rumah Singgah FIKI Kota Metro, Eka Kurniasih, menjelaskan bahwa proses keberangkatan kedua pasien difasilitasi oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Metro.


Dua pasien tersebut, yakni Danu dan Nabil. Danu dijadwalkan menjalani tindakan kateterisasi jantung, sementara Nabil akan menjalani pemeriksaan awal untuk prosedur penutupan celah jantung.


“Penanganan penyakit jantung tidak bisa instan, prosesnya panjang, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Karena itu, dukungan moril bagi keluarga sangat penting,” kata Eka.


Kisah haru datang dari Suliah, orang tua Nabil. Ia mengungkapkan, anaknya telah didiagnosis penyakit jantung bawaan sejak usia tujuh hari. Nabil bahkan sempat menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Ahmad Yani saat berusia sembilan bulan akibat sesak napas.


Kini, di usia dua tahun, Nabil akhirnya berkesempatan menjalani pengobatan lanjutan di Jakarta.


“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Dengan dukungan pemerintah dan Rumah Singgah FIKI, kami tidak merasa sendiri dalam menghadapi ini,” ujar Suliah.


Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan atas kelancaran proses pengobatan dan kesembuhan kedua anak tersebut. (MNP)