-->

Notification

×

Iklan

data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

Iklan

Jalan Pattimura dan Soekarno Hatta Masuk Target, Pemkot Metro Kawal Perbaikan 2026

4/05/26 | April 05, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-05T13:58:12Z


Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro terus mendorong percepatan perbaikan jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung yang melintasi wilayahnya. Upaya ini dilakukan agar infrastruktur di Bumi Sai Wawai bisa segera diperbaiki pada 2026.


Dua ruas jalan yang menjadi prioritas yakni Jalan Pattimura di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, serta Jalan Soekarno Hatta di Kelurahan Mulyojati, Metro Barat. Keduanya dipastikan akan masuk dalam program perbaikan Pemprov Lampung tahun ini.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Metro, Sri Mulyani, mengatakan koordinasi dengan pemerintah provinsi terus dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek di lapangan.


“Komunikasi dengan pihak provinsi terus kami intensifkan agar prosesnya bisa segera masuk tahap pelaksanaan,” kata Sri Mulyani, mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso.


Ia menjelaskan, untuk ruas Jalan Pattimura, proses administrasi di tingkat provinsi sudah hampir rampung. Saat ini, tahapan tender disebut tinggal menunggu finalisasi sebelum masuk ke penandatanganan kontrak.


“Proses tender hampir selesai. Kami targetkan penanganannya bisa sampai wilayah Nunggal Rejo,” ujarnya.


Meski demikian, terkait metode pengerjaan, apakah menggunakan rigid beton atau aspal, Pemkot Metro masih menunggu detail spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari pihak provinsi.


Di sisi lain, Sri Mulyani mengakui kondisi fiskal daerah tahun ini cukup tertekan. Hal itu dipicu belum disalurkannya dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp161,4 miliar dari pemerintah pusat.


Menurut dia, keterbatasan anggaran membuat belanja infrastruktur harus diprioritaskan pada kebutuhan mendesak, seperti tunda bayar pemeliharaan jalan, gedung, serta belanja rutin pegawai.


“Anggaran kita sangat terbatas, sehingga strategi yang diambil adalah mendorong pembangunan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi dan pusat,” jelasnya.


Saat ini, penanganan jalan rusak masih dilakukan secara bertahap melalui tambal sulam. Namun, tekanan kerusakan dinilai cukup tinggi, terutama akibat curah hujan dan lalu lintas kendaraan bertonase besar atau Over Dimension Overload (ODOL).


Ia menambahkan, beberapa ruas jalan provinsi seperti Jalan Budi Utomo sudah mulai diperbaiki di sejumlah titik. Pemkot pun kini fokus mengawal percepatan perbaikan di Jalan Pattimura dan Soekarno Hatta.


Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkot Metro tetap mencatat capaian positif dalam tata kelola pengadaan. Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) tahun 2026 menempatkan Kota Metro di peringkat pertama se-Provinsi Lampung.


“Capaian ini menjadi indikator kepercayaan pemerintah pusat. Kami berharap dukungan anggaran ke depan bisa kembali normal dan pembangunan infrastruktur semakin optimal,” tutup Sri Mulyani. (MNP)