-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satgas Klaim Zero Keracunan, Publik Minta Transparansi Standar Gizi MBG Metro

3/02/26 | Maret 02, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-02T22:44:52Z
SEKELIK METRO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Metro menjadi sorotan publik setelah beredarnya informasi mengenai paket menu kering yang dibagikan saat Ramadan di TK Aisyah dan SMP Negeri 1 Metro. Paket tersebut disebut berisi satu buah jeruk, tiga kurma, satu risol, dan sebungkus rebon.

Sejumlah orang tua dan masyarakat mempertanyakan kecukupan nilai gizi dari komposisi menu tersebut. Pertanyaan yang muncul tidak hanya terkait variasi makanan, tetapi juga apakah asupan tersebut telah memenuhi standar kebutuhan gizi siswa, khususnya selama menjalankan ibadah puasa.

Menanggapi hal itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Metro, Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pihaknya bertugas memastikan seluruh dapur penyedia MBG berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP). Ia menegaskan, salah satu target utama pengawasan adalah memastikan tidak terjadi kasus keracunan makanan.

“Setiap hari sudah kami ingatkan agar sesuai juknis dan SOP,” ujar Wahyuningsih saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).

Ia menyebut Satgas telah melakukan pembinaan intensif terhadap para kepala dapur serta membentuk grup koordinasi untuk memudahkan pengawasan harian. Selain itu, ia mengungkapkan telah menggelar rapat virtual dengan pihak provinsi guna membahas berbagai kendala di lapangan.

Terkait keluhan masyarakat, Wahyuningsih mengarahkan agar temuan atau keberatan disampaikan melalui mekanisme pengaduan berbasis barcode yang telah disiapkan. Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

“Apabila ada yang tidak sesuai, bisa mengadu di sana dan nanti akan ditanggapi,” jelasnya.

Satgas juga memastikan tetap melakukan pengawasan langsung. Wahyuningsih mengungkapkan, pihaknya sempat menutup dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena dinilai belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Penutupan dilakukan hingga kekurangan tersebut diperbaiki.

Terkait menu kering selama Ramadan, ia menjelaskan bahwa komposisi disesuaikan untuk mengurangi risiko makanan cepat basi. Satgas, lanjutnya, telah menginstruksikan agar penyedia makanan tidak menyajikan menu yang berpotensi rusak sebelum dikonsumsi.

Ia juga menyebut adanya pengawasan dari Kejaksaan sesuai mandat yang diberikan dalam program dapur MBG. Dengan sistem pengawasan tersebut, Satgas menegaskan akan memberikan peringatan hingga penutupan sementara apabila ditemukan pelanggaran SOP.

Meski demikian, diskursus di tengah masyarakat masih berfokus pada aspek kecukupan gizi. Sejumlah pihak berharap ada evaluasi terbuka mengenai standar nutrisi yang digunakan, agar program MBG tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga benar-benar memenuhi kebutuhan gizi siswa sebagaimana tujuan awal program tersebut. (*)