SEKELIK METRO — Polres Metro terus memperkuat keamanan daerah dengan merangkul generasi muda melalui dialog terbuka. Dalam sebuah pertemuan yang jarang dilakukan secara langsung, Kasat Reskrim Polres Metro, IPTU Rizky Dwi Cahyo, menggelar diskusi Kamtibmas dan silaturahmi bersama puluhan mahasiswa serta organisasi kepemudaan di halaman Wedana Heritage, Metro Pusat, Sabtu (6/12/2025) malam.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pemuda Metro untuk menyampaikan keresahan, usulan, dan pandangan mereka terkait penanganan kejahatan serta situasi keamanan di Bumi Sai Wawai. Suasana diskusi berlangsung santai namun tetap kritis, dengan berbagai masukan yang diterima secara terbuka oleh jajaran Satreskrim.
Dalam dialog itu, IPTU Rizky menegaskan komitmennya menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional dan transparan. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
“Kami hadir untuk masyarakat. Satreskrim Polres Metro berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Kota Metro harus menjadi wilayah yang aman bagi semua,” ujarnya.
Rizky juga menyoroti beberapa gangguan keamanan yang menjadi atensi utama, seperti curanmor, kekerasan jalanan, hingga kriminalitas remaja. Ia menegaskan bahwa aparat membutuhkan dukungan masyarakat, terutama pemuda, untuk memperkuat upaya pencegahan.
“Pemuda punya peran besar. Kritik, masukan, dan laporan dari kalian menjadi energi bagi kami. Polisi tidak akan anti kritik, karena suara masyarakat yang jujur justru membantu kami bekerja lebih baik,” tambahnya.
Respons positif datang dari peserta dialog. Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Kota Metro, M. Ridho Syah Putra, mengapresiasi inisiatif Polres Metro yang membuka ruang komunikasi langsung dengan mahasiswa dan pemuda.
“Ini langkah nyata. Kami mengapresiasi Satreskrim Polres Metro yang turun langsung berdialog dengan pemuda. Ini menunjukkan polisi tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga berperan dalam edukasi hukum dan pencegahan,” kata Ridho.
Ia menilai pertemuan seperti ini penting untuk membangun hubungan yang sehat antara aparat penegak hukum dan mahasiswa. Dengan pemahaman hukum yang baik, pemuda dapat ikut menjaga keamanan kota sekaligus mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Kami berharap pola kolaborasi seperti ini bisa menjadi budaya baru dalam menjaga keamanan Kota Metro,” ujarnya.
Dialog tersebut mencerminkan pendekatan Polres Metro yang lebih komunikatif dan humanis, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum. Kepolisian memastikan bahwa keamanan bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang terasa oleh masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan kesepakatan bersama antara pemuda dan Satreskrim Polres Metro untuk saling mendukung mewujudkan Kota Metro yang aman, tertib, dan bebas kriminalitas. (MNP)