SEKELIK METRO – Pemerintah Kota Metro melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Kota Metro di Operation Room Sekretariat Daerah Kota Metro, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pemangku kepentingan terkait.
Bambang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengendalian inflasi daerah. Ia mengajak seluruh peserta HLM untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika harga di lapangan.
Pemerintah Kota Metro, lanjut Bambang, akan melakukan pemantauan harga secara ketat dan merespons cepat setiap potensi gejolak, khususnya pada komoditas strategis. Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan harga harian, menjaga kelancaran distribusi di tengah potensi cuaca ekstrem, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebagai antisipasi bencana.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P. Subarkah menyampaikan inflasi Kota Metro pada November 2025 tercatat sebesar 1,88 persen (year on year) dan masih berada dalam sasaran inflasi nasional. Ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), Achmad mengingatkan sejumlah komoditas yang berpotensi memicu inflasi, seperti cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, dan beras. Selain itu, risiko inflasi juga dapat dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, kelangkaan BBM, serta kenaikan harga emas global.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Metro Yulia Chandra Sari melaporkan bahwa sebagian besar stok pangan di Kota Metro berada dalam kondisi surplus dan relatif aman. Namun, komoditas cabai merah dan cabai rawit masih mengalami defisit. Untuk mengatasinya, Pemkot Metro telah menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Lampung Timur guna menambah pasokan.
Dari sisi distribusi dan keamanan, Polres Metro bersama Dinas Perhubungan Kota Metro menyatakan kesiapan mendukung kelancaran arus transportasi selama periode Nataru. Sementara itu, Hiswana Migas memastikan Pertamina telah menambah pasokan BBM ke SPBU, dengan ketersediaan BBM non-subsidi sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekosongan BBM subsidi.
Wali Kota Metro menegaskan seluruh pihak diminta terus bersinergi agar stabilitas harga dan pasokan komoditas strategis di Kota Metro tetap terjaga selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026.