-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Nama Resmi Dilantik, Metro Perkuat Fondasi Pemerintahan Kota Metro

11/26/25 | November 26, 2025 WIB | Last Updated 2025-11-29T20:10:37Z

Sekelik Metro — Sektor pendidikan dan kebudayaan Kota Metro mendapatkan energi baru setelah dilantiknya dua pejabat penting, yakni Dr. Agus Muhammad Septiana sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dr. Kusbani sebagai Asisten II Sekretaris Daerah. Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Aula Pemda, Senin (24/11/2025).

Penunjukan Agus Septiana disebut sebagai langkah strategis, bukan sekadar pergantian posisi. Ia dipilih berdasarkan hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung transparan dan ketat. Dari empat tahap penilaian—administrasi, asesmen kompetensi, penulisan makalah, hingga wawancara—Agus meraih nilai tertinggi.

Wali Kota Bambang menegaskan bahwa pelantikan ini bukan seremonial, melainkan proses penting dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan integritas.

“Pelantikan ini bukan formalitas. Ini adalah tanggung jawab besar yang menuntut loyalitas dan integritas,” ujar Bambang.

Ia juga menekankan bahwa proses seleksi pejabat dilakukan objektif, transparan, dan akuntabel. Hal itu bertujuan memastikan pejabat yang terpilih benar-benar kompeten dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

Bambang berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan profesionalisme, membangun budaya kerja beretika, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berdaya saing.

“Saya berharap saudara dapat segera beradaptasi, menyusun langkah strategis, memperkuat koordinasi, dan mengambil peran aktif dalam pencapaian visi misi pembangunan Kota Metro,” tambahnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan dan bersinergi dengan pejabat baru demi kelancaran program pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan kebudayaan. (*)