Universitas Dharma Wacana Metro Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KIP Kuliah


SEKELIK METRO  — Sebanyak 65 mahasiswa Universitas Dharma Wacana Metro menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dalam kegiatan yang digelar di aula olahraga kampus setempat, Kamis (29/10/2026). Agenda tersebut juga dirangkai dengan kuliah umum yang mengangkat tema ketahanan keluarga dan bahaya LGBT.

Kegiatan ini dihadiri anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muzzamil. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan penyaluran beasiswa sekaligus pelaksanaan kuliah umum bagi mahasiswa.


Pemberian beasiswa KIP Kuliah diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan dan memberikan kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Rektor Universitas Dharma Wacana Metro, Bigi Undadraja, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa di kampus yang dipimpinnya.

Menurut Bigi, bantuan beasiswa tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban biaya kuliah sekaligus memotivasi mahasiswa agar semakin giat belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Selain penyerahan beasiswa, kuliah umum menjadi bagian dari kegiatan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai persoalan sosial dan ketahanan keluarga. Forum tersebut juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis dalam menyikapi berbagai isu di masyarakat.

Bigi berharap 65 mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri agar kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dukungan terhadap pendidikan tinggi dinilai perlu terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala persoalan ekonomi. (*)