SEKELIK METRO | BANDAR LAMPUNG — Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Lampung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM subsidi.
Namun, Polda Lampung menyatakan stok Bio Solar dan Pertalite masih tersedia dan dinilai mencukupi. Kepastian itu disampaikan setelah petugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman mengatakan panjangnya antrean tidak serta-merta menunjukkan adanya kekosongan BBM. Menurut dia, peningkatan jumlah pengguna menjadi salah satu faktor yang membuat antrean kendaraan semakin padat.
Heri menjelaskan, perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi turut mendorong terjadinya peralihan konsumen. Kendaraan yang sebelumnya menggunakan BBM dengan harga lebih tinggi disebut sebagian beralih menggunakan Bio Solar.
"Setelah kita cross check kondisi yang ada di lapangan, bahwa memang saat ini kondisi untuk stok sebenarnya sudah ada, sudah lengkap, sudah mencukupi," ujar Heri.
Selain lonjakan konsumen, proses transaksi menggunakan barcode juga dinilai berpengaruh terhadap waktu pelayanan di SPBU. Dari pengecekan yang dilakukan, pengisian satu kendaraan rata-rata membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 15 menit.
"Yang kedua juga hasil pemeriksaan di lapangan terkait rentang waktu satu barcode itu rata-rata kurang lebih sekitar 12 sampai 15 menit untuk pengisian satu mobil," katanya.
Situasi tersebut semakin padat setelah muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan BBM habis. Heri menyebut ada warga yang bahkan memilih menempatkan kendaraannya di sekitar SPBU sejak malam agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan BBM.
Polda Lampung kini menyiapkan langkah koordinasi bersama pihak terkait untuk mengurai kepadatan tersebut. Sejumlah opsi disebut sedang dipertimbangkan, termasuk pengaturan penggunaan barcode hingga kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap.
"Kita akan coba untuk mengurai kemacetan yang sangat luar biasa ini," pungkasnya. (Ando)