SEKELIK METRO — Harapan untuk sembuh menjadi kekuatan bagi Yanti, perempuan berusia 51 tahun asal Lampung Timur, yang tengah menjalani perjuangan melawan kanker.
Yanti terlihat duduk menunggu antrean di layanan rawat jalan RSUD Jenderal A Yani Metro, Rabu (9/9/2026). Di tengah suasana ruang tunggu yang dipenuhi pasien, ia tetap berusaha menjalani setiap tahapan pengobatan dengan sabar.
Bagi Yanti, berobat bukan sekadar datang ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Perjalanan tersebut juga membutuhkan waktu, tenaga, serta kesabaran untuk menempuh jarak dari tempat tinggalnya menuju fasilitas kesehatan.
Meski begitu, semua rasa lelah tersebut berusaha ia jalani. Ada satu hal yang terus menjadi pegangan, yakni harapan untuk mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Bagi pasien kanker seperti saya, setiap kunjungan ke rumah sakit menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mendapatkan perawatan dan mempertahankan semangat,” ujar Yanti saat menunggu antrean.
Di ruang tunggu itu, Yanti menjadi salah satu dari banyak pasien yang datang dengan cerita dan harapan masing-masing. Sebagian mungkin datang dengan rasa cemas, sementara lainnya berusaha tetap optimistis menghadapi kondisi kesehatan yang sedang dijalani.
Bagi Yanti, keberadaan tenaga kesehatan dan layanan pengobatan menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang tersebut. Pemeriksaan, obat-obatan, hingga perhatian yang diberikan tenaga kesehatan dinilainya dapat membantu pasien tetap memiliki semangat untuk menjalani pengobatan.
“Bagi saya, sebuah pemeriksaan, obat, hingga perhatian dari tenaga kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadapi penyakit ini,” tuturnya.
Yanti kemudian kembali menunggu giliran pemeriksaan. Senyum tetap terlihat di wajahnya, meski perjuangan yang dihadapi tidak ringan.
Perjalanan melawan kanker memang membutuhkan waktu dan keteguhan hati. Namun bagi Yanti, terus datang berobat adalah bentuk ikhtiar sekaligus cara menjaga harapan agar tetap hidup.
Di balik tembok RSUD Jenderal A Yani Metro, kisah seperti yang dijalani Yanti mungkin bukan satu-satunya. Ada banyak pasien yang datang membawa keluhan, kecemasan, sekaligus harapan untuk mendapatkan perawatan dan kesempatan melanjutkan perjuangan. (Fi)