SEKELIK METRO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus mendorong komunikasi terbuka antara petugas dan warga binaan melalui program Sapa Kasih Warga Binaan.
Program yang diinisiasi Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, itu menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, kendala, hingga saran secara langsung kepada petugas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (21/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami selama menjalani masa pidana maupun mengikuti program pembinaan di dalam lapas.
Pembahasan yang disampaikan cukup beragam, mulai dari pelayanan, kebutuhan selama menjalani pembinaan, hingga persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian petugas.
Melalui forum tersebut, petugas dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi yang dihadapi warga binaan. Setiap masukan kemudian dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Tetra mengatakan, Sapa Kasih sengaja dibuat sebagai sarana untuk mendekatkan petugas dengan warga binaan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
“Program ini kita buat agar kita bisa lebih dekat dan lebih memahami Warga Binaan. Kita ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan, apa yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan,” ujar Tetra.
Menurut Tetra, komunikasi secara langsung penting dilakukan karena tidak seluruh persoalan dapat diketahui petugas melalui pelaksanaan tugas sehari-hari. Karena itu, warga binaan perlu memiliki saluran untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Ia memastikan setiap masukan akan diperhatikan dengan tetap mempertimbangkan aturan dan prosedur yang berlaku.
“Kita dengarkan semuanya. Mana yang bisa kita tindak lanjuti, akan kita tindak lanjuti. Mana yang memang harus melalui aturan dan prosedur, tentu akan kita sesuaikan. Yang terpenting adalah komunikasi tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Tetra menambahkan, Sapa Kasih tidak hanya diarahkan sebagai forum penyampaian keluhan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelayanan serta pelaksanaan pembinaan warga binaan di Lapas Metro.
Salah seorang warga binaan berinisial R mengapresiasi adanya forum tersebut. Menurut dia, Sapa Kasih memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyampaikan persoalan secara langsung tanpa harus memendam kendala yang dihadapi.
“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus, karena kami bisa menyampaikan langsung kalau ada kendala atau sesuatu yang ingin ditanyakan. Jadi tidak hanya dipendam sendiri, tapi bisa disampaikan dan didengar oleh petugas,” ujar R.
Ia berharap kegiatan Sapa Kasih dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga komunikasi antara warga binaan dan petugas tetap terjaga.
Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lingkungan lapas diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sesuai mekanisme yang berlaku. (*)