Sekelik Metro — Puluhan jurnalis di Kota Metro mulai mematangkan strategi publikasi menjelang agenda Sosialisasi Antikorupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Persiapan itu dilakukan melalui rapat koordinasi Tim Kerja Bidang Media bersama para jurnalis di Dhapu Aceh 21, Kota Metro, Sabtu (5/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan langkah, khususnya terkait teknis peliputan, publikasi, hingga koordinasi antarjaringan media. Para jurnalis yang hadir menyatakan kesiapan mendukung kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Kamis (10/9/2026).
Perwakilan Tim Kerja Bidang Media, Yudha Saputra, mengatakan koordinasi tersebut penting agar pesan yang disampaikan dalam kegiatan antikorupsi bisa diterima masyarakat secara luas.
Menurut Yudha, peran media tidak sebatas memberitakan kegiatan saat berlangsung. Edukasi tentang pencegahan korupsi perlu terus disampaikan melalui pemberitaan yang berkelanjutan.
"Media memiliki peran strategis. Kami ingin memastikan rekan-rekan jurnalis dapat bersinergi dengan baik dalam mengawal kegiatan ini," ujar Yudha.
Sementara itu, Inisiator Kegiatan, Hendra Apryanes, mengatakan sosialisasi antikorupsi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya integritas di Kota Metro.
"Kami menggagas kegiatan ini sebagai ruang edukasi agar masyarakat paham bahwa pencegahan korupsi adalah tanggung jawab bersama," kata Hendra.
Hendra berharap pemberitaan yang objektif dari media dapat membantu memperluas jangkauan pesan antikorupsi. Dengan begitu, nilai-nilai integritas tidak hanya berhenti di ruang kegiatan, tetapi bisa ikut menjadi perhatian masyarakat.
Koordinasi antara panitia dan jurnalis pun diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mendorong kesadaran publik untuk ikut mencegah praktik korupsi di Kota Metro. (Fi/MNP)