RSUD Ahmad Yani Metro Terus Berbenah, Ombudsman Evaluasi Standar Pelayanan hingga Pengelolaan Pengaduan Masyarakat



SEKELIK METRO – RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro mendapat kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Lampung untuk menilai kualitas pelayanan publik di rumah sakit tersebut, Selasa (11/8/2026).

Penilaian dilakukan untuk melihat sejauh mana standar pelayanan diterapkan, termasuk pengelolaan administrasi, mekanisme pengaduan masyarakat hingga budaya pelayanan yang berorientasi kepada pasien.

Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Eko Hendro Saputra, menyambut baik penilaian tersebut. Ia mengatakan evaluasi dari Ombudsman menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk melihat kembali pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.



“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjadikan penilaian ini sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan,” kata Eko.

Menurut Eko, pihaknya terus melakukan pembenahan berdasarkan masukan dan pengaduan dari masyarakat. Perbaikan tidak hanya menyasar fasilitas dan alat kesehatan, tetapi juga peningkatan kemampuan tenaga kesehatan melalui pelatihan.

“Kepuasan masyarakat itu tujuan kami. Kami optimistis dan percaya diri penilaiannya bagus, karena pengaduan-pengaduan masyarakat kami tangani dengan baik,” ujarnya.

Meski begitu, persoalan keterbatasan kamar perawatan masih menjadi salah satu keluhan yang diterima rumah sakit. Eko mengatakan kondisi kamar yang penuh cukup sering membuat pasien harus menunggu.


RSUD Ahmad Yani Metro saat ini memiliki sekitar 313 tempat tidur. Tingkat keterisiannya bahkan telah mencapai lebih dari 90 persen.

Tingginya angka tersebut, kata Eko, tidak terlepas dari peran RSUD Ahmad Yani sebagai rumah sakit rujukan regional. Kondisi itu membuat arus pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan cukup tinggi.

“Mohon maaf kalau masyarakat agak antre sedikit, karena memang mobilitas kami tinggi,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, manajemen rumah sakit menyiapkan rencana penambahan gedung pelayanan. Penambahan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus mengurangi antrean pasien.

“Ke depan nanti kita akan tambah gedung lagi, gedung pelayanan lagi, supaya bisa mengurai itu semua,” ungkap Eko.

Eko menegaskan pembenahan pelayanan akan terus dilakukan. Ia berharap peningkatan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Target ke depan harus lebih baik,” tuturnya. (MNP)