SEKELIK METRO — Banjir yang merendam lahan pertanian membuat sejumlah petani di Kecamatan Metro Selatan harus kembali menata aktivitas tanam mereka. Pemerintah Kota Metro pun menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian untuk membantu proses pemulihan.
Sebanyak 116 petani di Kelurahan Rejomulyo dan Kelurahan Sumbersari menjadi penerima bantuan tersebut. Penyerahan dilakukan mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspita Sari, Jumat (29/8/2026).
Penyaluran bantuan turut dihadiri Camat Metro Selatan, Lurah Sumbersari, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kota Metro, penyuluh pertanian Kecamatan Metro Selatan, perwakilan Aliansi Petani Menggugat, serta para petani penerima.
Data pemerintah mencatat, dari 116 petani tersebut, sebanyak 75 petani berasal dari Rejomulyo dan 41 petani dari Sumbersari. Sementara lahan yang terdampak banjir mencapai 140 titik dengan total luas sekitar 55,1 hektare.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari benih padi, pupuk NPK, pupuk organik cair, serta bahan pengendalian hama tikus berupa belerang dan rodentisida atau pestisida.
Pipi mengatakan, jumlah bantuan tidak diberikan secara seragam. Distribusinya disesuaikan dengan luasan lahan yang dimiliki masing-masing petani berdasarkan data yang telah dihimpun.
“Teknis pembagian bantuan disesuaikan dengan luasan lahan yang telah terdata. Kebutuhan sarana produksi seperti pupuk dan benih dihitung berdasarkan luas lahan,” ujar Pipi.
Karena terdapat perhitungan luas lahan dalam angka pecahan, penyaluran kemudian dikelompokkan melalui kelompok tani. Skema tersebut dinilai memudahkan distribusi agar bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing petani.
Bantuan ini diharapkan dapat menopang petani selama satu musim tanam sekaligus membantu mereka kembali menggarap lahan setelah terdampak banjir.
Menurut Pipi, pemulihan sektor pertanian menjadi bagian penting karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah harus hadir, mendengar keluhan petani, serta memberikan dukungan agar para petani dapat kembali bangkit dan melanjutkan aktivitas pertaniannya,” katanya.
Pemkot Metro juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat berupa bantuan benih padi. Pemerintah daerah menyatakan akan tetap melakukan pendampingan agar bantuan yang diterima petani benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan usaha tani.
Sementara itu, persoalan lain turut disampaikan dalam kesempatan tersebut, yakni aspirasi petani mengenai penggantian lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Marga Tiga.
Pipi menjelaskan, persoalan penggantian lahan tersebut bukan menjadi kewenangan Pemkot Metro. Penanganannya berada pada instansi yang memiliki kewenangan, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski begitu, Pemkot Metro menyatakan tetap akan mendukung penyampaian aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.
“Ketahanan pangan tidak akan mudah terwujud tanpa kesejahteraan para petani. Karena itu, Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan perhatian kepada sektor pertanian dan mendukung para petani agar dapat bangkit serta kembali produktif,” pungkasnya. (*)