Pemkot Metro Respons Gejolak Harga, Pasar Murah Kembali Digelar


SEKELIK METRO — Harga kebutuhan pokok yang bergerak naik menjadi perhatian Pemerintah Kota Metro. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan bertajuk “Belanja Cerdas, Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat” itu digelar di halaman pertokoan Pagaruyung, Kompleks Pasar Kopindo, Jalan Teuku Umar, Kelurahan 15 B Barat, Kota Metro, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah kebutuhan dapur dijual dengan harga yang telah mendapat subsidi. Mulai dari cabai merah, cabai kecil, bawang merah, bawang putih, telur, beras hingga gula pasir.

Kepala Disperindag Kota Metro, Ardah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pasar murah keempat yang digelar pihaknya. Pelaksanaan pasar murah dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas di pasaran.

“Pada hari ini kami mengadakan pasar murah yang keempat. Kami melihat gejolak di pasar. Apabila ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, kami adakan pasar murah,” kata Ardah kepada wartawan.

Besaran subsidi yang diberikan berbeda untuk setiap komoditas. Nilainya mulai dari Rp2.500 hingga Rp10 ribu.

Untuk telur, misalnya, subsidi yang diberikan sebesar Rp2.500. Dengan adanya subsidi tersebut, masyarakat bisa memperoleh komoditas dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Setiap jenis komoditas subsidinya berbeda. Contohnya telur, subsidinya Rp2.500. Yang pasti harganya lebih murah dari harga pasar karena memang namanya pasar murah,” ujarnya.

Ardah menjelaskan, pasar murah bukan program yang digelar secara rutin setiap bulan. Waktu pelaksanaannya menyesuaikan kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran.

Ketika terjadi kenaikan harga yang dinilai berpotensi membebani masyarakat, Disperindag dapat kembali menggelar pasar murah. Program serupa juga biasanya hadir menjelang momentum tertentu, seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

“Pasar murah tidak bisa kami adakan setiap hari. Pelaksanaannya sewaktu-waktu, melihat situasi dan kondisi. Apabila ada gejolak kenaikan harga, pasti kita selenggarakan pasar murah,” tutur Ardah.

Selain pasar murah, Disperindag Metro juga menjalankan program penetrasi pasar. Bedanya, kegiatan ini dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan dengan komoditas yang lebih terbatas, yakni minyak goreng, gula pasir dan beras.

Program penetrasi pasar tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi yang diterapkan di seluruh kabupaten/kota.

Lokasinya juga dibuat berpindah-pindah. Disperindag Metro tidak hanya menggelarnya di satu pasar, tetapi menyasar sejumlah pasar rakyat seperti Pasar Margorejo, Tejo Agung dan Purwosari.

Cara ini dilakukan agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Metro bisa mendapatkan manfaat program tersebut.

“Tempatnya berpindah-pindah di pasar se-Kota Metro. Tidak hanya di Pasar Metro, bisa di Pasar Margorejo, Tejo Agung atau Purwosari. Yang pasti pasar rakyat di Kota Metro, supaya merata dan seluruh warga memperoleh manfaat dari penyelenggaraan kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Kegiatan pasar murah tersebut turut dihadiri Kepala Disperindag Kota Metro Ardah, Kepala Bidang Perdagangan Eni Purwanti, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Perum Bulog dan sejumlah tamu undangan. (*)