SEKELIK METRO — Musyawarah Cabang (Muscab) V Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro 2026 resmi dibuka di Aula SMK Negeri 1 Metro, Sabtu (29/8). Forum ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2021-2026 sekaligus menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.
Muscab dibuka oleh Wali Kota Metro sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Metro, Bambang Iman Santoso.
Kegiatan tersebut digelar menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro periode 2021-2026 pada 29 September 2026.
Muscab V mengusung tema “Pramuka Kota Metro Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak untuk Mendukung Terwujudnya Kota Metro Cerdas, Berkarakter, dan Berkelanjutan.”
Ketua Panitia Muscab V, Joni Widodo, mengatakan forum tersebut merupakan agenda tertinggi organisasi Gerakan Pramuka di tingkat cabang.
Sejumlah agenda akan dibahas dalam musyawarah, termasuk evaluasi kepengurusan, pengesahan laporan pertanggungjawaban, penyusunan arah kebijakan dan program kerja, hingga pemilihan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro periode 2026-2031.
“Melalui forum ini, kita melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan organisasi, membahas dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban, menetapkan arah kebijakan dan rencana kerja organisasi, memilih Ketua Kwartir Cabang Masa Bakti 2026-2031, membentuk Tim Formatur, serta menetapkan berbagai rekomendasi bagi pengembangan Gerakan Pramuka Kota Metro,” ujar Joni.
Joni berharap proses musyawarah dapat berlangsung tertib, demokratis, transparan, dan akuntabel. Ia juga berharap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan Gerakan Pramuka Kota Metro.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro periode 2021-2026, dr. Silfia Naharani, mengatakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pembinaan generasi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan proses yang berkelanjutan.
“Kepramukaan merupakan organisasi yang memberikan kontribusi nyata dan aktif dalam membentuk generasi muda, khususnya Kota Metro, sehingga mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” kata Silfia.
Selama periode kepengurusannya, Silfia menyebut Gerakan Pramuka Kota Metro telah meraih sejumlah prestasi. Capaian itu mencakup tujuh prestasi tingkat provinsi, lima prestasi nasional, hingga dua prestasi internasional.
Namun, ia menilai prestasi tidak cukup jika hanya menjadi catatan penghargaan. Menurutnya, capaian tersebut harus berdampak langsung terhadap pembinaan generasi muda.
“Semoga ini tidak hanya sekadar prestasi, tapi betul-betul berdampak kepada anak-anak, menjadi anak-anak generasi emas yang terbaik untuk Kota Metro,” ujarnya.
Silfia juga menyampaikan pengembangan sejumlah Satuan Karya (Saka), salah satunya Saka BNN yang mulai bekerja sama pada awal 2026. Ia berharap pembentukan Saka diikuti dengan pembinaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Bambang Iman Santoso mengatakan Muscab V bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, melakukan konsolidasi, sekaligus menyusun arah Gerakan Pramuka Kota Metro ke depan.
Ia meminta seluruh peserta mengedepankan kepentingan organisasi selama proses musyawarah.
“Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta dapat membangun suasana musyawarah yang demokratis, tertib, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Bambang.
Bambang menyebut perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan itu diharapkan dapat disatukan untuk menghasilkan keputusan terbaik.
Ia juga meminta kepengurusan mendatang menyusun program kerja yang realistis, inovatif, adaptif, dan memiliki dampak bagi generasi muda.
Menurut Bambang, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan sosial.
“Gerakan Pramuka tidak hanya mendidik kaum muda melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, tanggung jawab, pengabdian dan semangat,” katanya.
Bambang berharap sinergi antara Pemkot Metro dan seluruh unsur Gerakan Pramuka terus diperkuat. Ia juga mendorong Pramuka beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dan jati diri organisasi.
“Kita harus bersama-sama menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang semakin modern tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai kepramukaan,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkot Metro akan terus mendukung Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis dalam pembinaan generasi muda.
Bambang pun berpesan agar kepengurusan periode 2026-2031 nantinya dapat melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru.
“Di dalam Pramuka inilah anak-anak akan dididik yang komplit menjadi anak-anak yang baik, yang nanti benar-benar menjadi anak yang cerdas dan menjadi generasi Indonesia Emas di 2045,” pungkasnya. (Fi)