SEKELIK METRO | Medan – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Ballroom Hotel Grand City Hall, Medan, Kamis (3/7/2026).
Forum nasional bertema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat" itu menjadi ruang bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan melalui penguatan kolaborasi dan sinergi antardaerah.
Penutupan Rakernas dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah, serta para wali kota dan delegasi dari berbagai daerah.
Bambang mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kota Metro dalam Rakernas APEKSI merupakan bentuk komitmen memperkuat kerja sama antarpemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah strategis bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah kota.
"Hasil Rakernas ini akan menjadi bekal bagi Kota Metro dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan fiskal daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan," kata Bambang.
Selama sepekan pelaksanaan Rakernas, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sidang pleno, forum kepala Bappeda, forum lingkungan hidup, komunikasi digital, pangan, bisnis dan investasi, hingga Indonesia City Expo (ICE), Youth City Changers (YCC), dan Karnaval Budaya Nusantara.
Dari sidang pleno, peserta menyepakati sepuluh rekomendasi strategis sebagai arah pembangunan kota di Indonesia. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah, reformasi hubungan keuangan pusat dan daerah, penataan ASN dan PPPK, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pelayanan publik, penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kerja sama antardaerah, kepastian regulasi, serta pelibatan generasi muda dalam pembangunan.
Bagi Pemerintah Kota Metro, rekomendasi itu menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Rakernas XVIII APEKSI diikuti 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda yang mewakili 98 kota anggota APEKSI. Sementara Karnaval Budaya Nusantara melibatkan sekitar 2.800 peserta, sedangkan Indonesia City Expo dan bazar UMKM diikuti 375 pelaku usaha.
Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan potensi perputaran ekonomi sekitar Rp72 miliar yang berdampak pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga perekonomian lokal.
Keikutsertaan Wali Kota Metro dalam seluruh rangkaian Rakernas tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus membangun kolaborasi antardaerah, mendorong inovasi pembangunan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan Kota Metro yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. (MNP)