Nama Wakil Wali Kota Metro Dibawa-bawa untuk Lobi Proyek, Begini Responsnya

SEKELIK METRO – Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, mengungkap adanya dugaan pencatutan nama dirinya dan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, oleh sejumlah oknum yang diduga berupaya mengurus proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.

Pernyataan itu disampaikan Rafieq saat memimpin apel mingguan di halaman Kantor Pemkot Metro, Senin (13/7/2026). Ia mengaku menerima laporan dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bidang terkait aktivitas oknum yang mengaku membawa perintah pimpinan daerah.

Menurut Rafieq, orang-orang tersebut mendatangi sejumlah pejabat dengan dalih mengurus pekerjaan yang bersumber dari APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2026.

"Katanya sudah mulai musim proyek dan proyek sudah mau dibagi. Saya mendapat laporan dari beberapa kepala OPD dan beberapa kepala bidang," kata Rafieq.

Ia menyebut, oknum tersebut tidak hanya mengatasnamakan dirinya dan Wali Kota Metro, tetapi juga membawa nama partai politik agar ucapannya lebih meyakinkan.

"Ada beberapa oknum yang mengatasnamakan partai saya ataupun Pak Wali. Ada juga yang mengaku membawa perintah langsung dari saya atau Pak Wali Kota," ujarnya.

Rafieq menegaskan bahwa dirinya maupun Wali Kota Metro tidak pernah memberikan perintah kepada siapa pun di luar pemerintahan untuk menghubungi ataupun berkoordinasi dengan aparatur sipil negara (ASN) terkait proyek maupun urusan pemerintahan.

"Kami pastikan tidak ada perintah dari Pak Wali ataupun saya untuk menugaskan orang, terutama pihak di luar pemerintah, berkoordinasi dengan ASN Kota Metro dalam urusan apa pun," tegasnya.

Ia mengatakan, beberapa pejabat bahkan mengaku merasa terganggu karena terus didatangi oleh pihak-pihak yang mengaku membawa pesan dari pimpinan daerah.

"Bahkan ada yang sudah bilang, 'Pak, kami sudah tidak tahan lagi. Kami terus didatangi,'" ungkapnya.

Karena itu, Rafieq mengingatkan seluruh kepala OPD, kepala bidang, dan ASN agar tidak mudah percaya terhadap siapa pun yang mengaku mendapat mandat dari pimpinan daerah. Jika ada pihak yang memaksa atau mencoba mengintervensi proses pengadaan, ia meminta agar kejadian tersebut didokumentasikan dan segera dilaporkan.

"Kalau masih ada yang memaksa atau tetap mengaku membawa perintah, mari kita buktikan. Laporkan, rekam, atau panggil langsung saya atau Pak Wali. Tanyakan apakah benar ada perintah dari pimpinan," katanya.

Rafieq menegaskan seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Metro harus berjalan sesuai aturan. Penentuan penyedia, kata dia, wajib didasarkan pada kompetensi, kualitas pekerjaan, harga yang wajar, serta rekam jejak, bukan karena tekanan, hubungan pribadi, ataupun mencatut nama pimpinan.

Ia pun mengajak seluruh ASN menjaga integritas dan nama baik Pemerintah Kota Metro agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terpelihara.

"Saya mohon kita menjaga nama baik Pemerintah Kota Metro. Mari bekerja dengan baik dan sesuai tugas agar masyarakat tetap percaya kepada pemerintah," tandasnya.

Hingga kini, Rafieq belum mengungkap identitas maupun jumlah pihak yang diduga mencatut nama pimpinan daerah tersebut. Dugaan itu masih berdasarkan laporan yang diterimanya sehingga memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut. (*)