Kebakaran Lahan Dekat TPA Karangrejo, DLH Tegaskan Bukan Terjadi di Capit Urang

SEKELIK METRO  - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro memastikan kebakaran lahan yang sempat dikaitkan dengan Wisata Alam Capit Urang tidak terjadi di kawasan objek wisata tersebut. Titik kebakaran berada di areal perkebunan pohon jabon milik HKTI di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Karangrejo.

Kepala DLH Kota Metro, Suwandi, mengatakan informasi yang menyebut Capit Urang terbakar tidak benar. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan api muncul di kebun jabon yang berada di dekat TPA Karangrejo.

"Yang terbakar itu kebun jabon, bukan Capit Urang. Lokasinya dekat TPAS Karangrejo," kata Suwandi.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan lapangan telah dilaporkan secara tertulis kepada Wali Kota Metro. Laporan itu akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

DLH juga mulai mengantisipasi kemungkinan api merambat ke kawasan TPA Karangrejo. Musim kemarau dinilai meningkatkan risiko kebakaran sehingga pengawasan di sekitar lokasi akan diperketat.

"Kami berharap ada penjagaan karena khawatir api masuk ke kawasan TPA. Untuk luas lahan yang terbakar masih kami data," ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Wisata Alam Capit Urang, Suyono, juga membantah informasi yang menyebut objek wisata tersebut terbakar. Menurutnya, lokasi yang terbakar merupakan kawasan Raman Asri yang berada berdampingan dengan Capit Urang.

"Yang terbakar bukan Capit Urang, tetapi kawasan Raman Asri. Letaknya memang bersebelahan sehingga sering disalahartikan," kata Suyono.

Ia memastikan kebakaran tidak berdampak pada kawasan Wisata Alam Capit Urang.

Peristiwa itu turut mendapat perhatian DPRD Kota Metro. Anggota DPRD Kota Metro dari Dapil Metro Utara, Didik Isnanto, meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Menurut Didik, vegetasi yang mengering membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Ia mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

"Puntung rokok atau sumber api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran yang lebih besar saat musim kemarau," ujarnya.

Hingga kini, Pemkot Metro masih mendata luas lahan yang terbakar dan menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Belum ada kesimpulan resmi apakah insiden tersebut dipicu faktor alam, kelalaian manusia, atau unsur kesengajaan.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan perkebunan pohon jabon (Neolamarckia cadamba), tanaman hutan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.

Pemkot Metro memastikan pemantauan di kawasan rawan kebakaran akan terus ditingkatkan, terutama di sekitar TPA Karangrejo dan wilayah hijau Metro Utara, guna mencegah api meluas. (*)