SEKELIK METRO – Gagasan yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat Lampung kembali mendapat panggung di tingkat nasional. Dr. dr. Wahdi Siradjuddin, SpOG(K), SH, MH, akan membawa konsep JAMA PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu) dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) 2026 yang digelar di Banten pada 20–22 Juli 2026.
Kepercayaan sebagai pembicara kehormatan itu menjadi kesempatan bagi Wahdi untuk memperkenalkan model kolaborasi berbasis kearifan lokal yang selama ini dikembangkan guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Selain tampil di PIT POGI, ia juga dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah pada forum Alumni Nihht Banten Universitas Diponegoro (Undip).
Dalam pemaparannya, Wahdi akan mengulas pentingnya kepemimpinan di sektor kesehatan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, menekan prevalensi stunting, serta memperkuat upaya pencegahan kanker leher rahim melalui gerakan SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia).
Menurut Wahdi, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat, agar setiap program berjalan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, JAMA PAI lahir dari nilai gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Lampung. Semangat tersebut kemudian diterjemahkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, hingga keluarga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.
"Saya memulainya dari gerakan Gotong Royong JAMA PAI yang merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung. JAMA PAI berarti gotong royong bersama, sekaligus Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu," ujar Wahdi.
Program itu, kata Wahdi, telah membuahkan hasil. JAMA PAI mengantarkan Provinsi Lampung meraih Juara I Nasional pada PAKIAS Award di Bali pada Juni 2025. Pada ajang yang sama, Kota Metro juga masuk dalam empat besar nominasi kepala daerah terbaik dari 514 daerah di Indonesia.
Capaian tersebut berlanjut dengan diterimanya Penghargaan Praja Bhakti Karya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia yang diserahkan di Kementerian Dalam Negeri pada 19 Desember 2025.
Di hadapan peserta PIT POGI 2026 yang juga diikuti pembicara dari berbagai negara, Wahdi akan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Selamatkan Perempuan untuk Menyiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045". Melalui orasi itu, ia ingin menegaskan bahwa investasi pada kesehatan perempuan merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045. (MNP)