RSUD Ahmad Yani Metro Catat Kepuasan Pasien 85 Persen, BPJS Kesehatan Lakukan Monitoring Langsung

Sekelik Metro — Upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan terus dilakukan RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Komitmen tersebut mendapat perhatian dari BPJS Kesehatan Pusat yang belum lama ini melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Kunjungan itu dihadiri Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Dr. Rukijo, S.E., M.M., bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah III, Anurman Huda, untuk melihat secara langsung kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam keterangannya, Rukijo mengatakan pihaknya melakukan pemantauan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Metro, mulai dari Klinik Utama Santa Maria hingga RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana pelayanan yang diterima masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan, mulai dari akses layanan hingga kualitas pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan,” kata Rukijo.

Dari hasil pemantauan tersebut, BPJS Kesehatan menilai pelayanan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro berjalan cukup baik. Kemudahan akses, kecepatan pelayanan, hingga manfaat layanan kesehatan dinilai telah dirasakan oleh peserta BPJS dari berbagai segmen kepesertaan.

“Secara umum pelayanan berjalan baik. Peserta mandiri, PBI maupun PPU dapat mengakses layanan kesehatan dan merasakan manfaat program jaminan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Eko Hendro Saputra, membenarkan adanya kunjungan dari BPJS Kesehatan Pusat tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Eko mengungkapkan, berdasarkan indikator mutu rumah sakit secara nasional, tingkat kepuasan pasien di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro sepanjang 2025 mencapai 85 persen.

“Capaian itu sesuai target yang ditetapkan dan menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Eko, Selasa (2/6/2026).

Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) tercatat sebesar 71,59 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang ideal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni 60 hingga 80 persen.

Tak hanya itu, rata-rata kunjungan pasien ke poliklinik mencapai 384 orang per hari. Menurut Eko, angka tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Berbagai langkah perbaikan terus dilakukan, mulai dari penguatan sarana dan prasarana, pengadaan alat kesehatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

“Pembenahan terus kami lakukan agar RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi institusi pendidikan dan pelatihan kesehatan yang berkualitas,” tandasnya. (MNP)