SEKELIK METRO – Kebijakan efisiensi anggaran yang belakangan digaungkan pemerintah mendapat sorotan dari masyarakat Kota Metro. Mereka mengingatkan agar langkah tersebut tidak dijadikan alasan untuk menunda realisasi anggaran yang telah tersedia, terutama untuk kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan rusak dan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Hingga kini, masih banyak PJU yang padam di sejumlah titik dan ruas jalan berlubang yang belum diperbaiki. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, mulai dari pengendara, pelajar, hingga pekerja yang setiap hari melintas.
Salah satu Pengurus PAC Pemuda Pancasila Kota Metro, Khadafi Abung, mengatakan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD seharusnya segera direalisasikan untuk memenuhi pelayanan dasar masyarakat.
"Kami memahami pemerintah harus melakukan efisiensi. Namun efisiensi seharusnya memangkas pemborosan, bukan mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan rasa aman dan infrastruktur yang layak," ujar Khadafi, Senin (29/6/2026).
Menurut Khadafi, Pemerintah Kota Metro tidak semestinya menjadikan efisiensi sebagai alasan untuk menunda penggunaan anggaran yang telah disiapkan bagi kebutuhan mendasar warga.
Ia menilai, lambatnya penanganan lampu jalan yang mati dan jalan rusak bukan mencerminkan efisiensi, melainkan lemahnya pelayanan publik. Terlebih, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Selain meminta percepatan realisasi anggaran, Khadafi juga mendesak Pemkot Metro agar membuka informasi mengenai penggunaan anggaran untuk perbaikan PJU dan jalan rusak. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui perkembangan pelaksanaan program sekaligus mencegah munculnya spekulasi di tengah publik.
"Ini merupakan bentuk kontrol sosial yang konstitusional. Kami meminta Pemkot Metro segera merealisasikan anggaran yang telah tersedia sehingga istilah efisiensi tidak menjadi tameng atas lambatnya pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. (Fi)