Sekelik Metro — Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka peluang bagi pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk naik ke eselon II melalui mekanisme seleksi terbuka (selter).
Hal tersebut disampaikan Bambang saat melantik 43 pejabat di lingkungan Pemkot Metro yang berlangsung di Aula Pemerintahan Kota setempat, Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutannya, ia mempersilakan pejabat eselon III yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi terbuka sebagai bentuk pengembangan karier sekaligus kontribusi lebih besar bagi daerah.
“Bagi pejabat eselon III yang memenuhi syarat, silakan mengikuti seleksi terbuka. Ini adalah kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas,” ujarnya.
Pelantikan tersebut mencakup sejumlah jabatan, mulai dari administrator, pengawas, kepala sekolah, hingga pejabat fungsional. Bambang menilai, langkah ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat kinerja pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan dan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro.
Bambang turut menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya minta seluruh pejabat yang dilantik hari ini bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijaga dengan komitmen tinggi.
“Jabatan ini adalah kepercayaan, sehingga harus dijalankan dengan dedikasi, loyalitas, dan komitmen untuk kemajuan Kota Metro,” tambahnya.
Ke depan, Bambang berharap para pejabat yang dilantik mampu beradaptasi dengan dinamika kerja serta menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita dituntut lebih responsif, inovatif, dan mampu menjawab harapan masyarakat. ASN di Kota Metro harus benar-benar menjadi pelayan masyarakat yang profesional,” pungkasnya. (*)