Sekelik Metro - Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin Rapat Koordinasi Bulanan di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (18/2/2026). Rapat tersebut dihadiri para asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Metro.
Dalam arahannya, Bambang meminta seluruh jajaran mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah provinsi maupun kementerian pusat melalui skema pinjam pakai untuk mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Aset provinsi maupun kementerian yang dipinjamkan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bambang.
Selain membahas koperasi, rapat juga menyoroti kesiapan Pemkot Metro menghadapi Bulan Suci Ramadan hingga Idul Fitri. Bambang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menyebut, tanggung jawab menjaga kamtibmas bukan hanya pada Satpol PP, TNI, dan Polri, tetapi juga seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat kelurahan, termasuk mengaktifkan kembali peran RT dan RW.
Pemkot Metro juga akan mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan melalui operasi pasar. Bambang meminta Kabag Perekonomian berkoordinasi dengan Bulog dan dinas terkait untuk menyalurkan stok beras subsidi kepada masyarakat.
“Jika tidak ditangani serius, persoalan Ramadan dan Idul Fitri bisa memicu masalah sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Selain itu, Bambang mengingatkan potensi cuaca ekstrem pada Februari hingga Maret, termasuk ancaman angin puting beliung. Camat dan lurah diminta aktif melaporkan kejadian di wilayahnya serta mendata warga terdampak agar penanganan dan bantuan bisa segera diberikan.
Menjelang Idul Fitri, ia juga mengingatkan potensi peningkatan kriminalitas. OPD terkait diminta ikut serta dalam Safari Siskamling bersama Kejaksaan, TNI, Polri, dan Forkopimda sepanjang Ramadan.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Metro, Kusbani, melaporkan progres pembangunan Koperasi Merah Putih di lima kecamatan. Beberapa kelurahan seperti Purwosari telah mencapai 25 persen, sementara Tejosari dan Yosomulyo memasuki tahap pemasangan batu bata. Kelurahan lain masih dalam tahap penggalian pondasi.
Namun, sejumlah lokasi masih terkendala pengukuran ulang lahan dan penyesuaian ukuran minimal 2 x 30 meter sesuai ketentuan Komite Nasional Koperasi Merah Putih (KMPI) serta status aset milik provinsi.
Kusbani juga melaporkan capaian pembangunan fisik tahun 2025 di tiga OPD, yakni Dinas PUTR dengan 297 paket kegiatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 121 paket, serta Dinas Kesehatan 97 paket kegiatan yang tersebar di lima kecamatan.
Ia berharap laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar seluruh program pembangunan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Metro. (Red)
#adv #pemkotmetro