Sekelik Metro – Wacana rencana Pemerintah Kota Metro untuk meminjam dana ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung mulai mendapat respons dari legislatif. Anggota DPRD Kota Metro, Ir. Hadi Kurniadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, sekaligus menegaskan kesiapan DPRD untuk mengawal proses peminjaman hingga pemanfaatan anggaran di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Hadi usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Metro Selatan yang digelar di aula kecamatan setempat, Minggu (27/1/2026).
Dalam forum perencanaan tersebut, sejumlah isu pembangunan daerah turut dibahas, termasuk kebutuhan pendanaan untuk mendorong percepatan pembangunan di Kota Metro.
Menurut Hadi, rencana peminjaman dana oleh Pemkot Metro dapat menjadi opsi strategis selama dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. Ia menilai, tambahan anggaran dibutuhkan untuk menopang program pembangunan agar dapat berjalan lebih optimal.
“Kami pada prinsipnya mendukung apabila Pemerintah Kota Metro membutuhkan dana tambahan untuk menunjang pembangunan, tentu dengan catatan seluruh prosesnya sesuai aturan,” kata Hadi.
Meski demikian, Hadi mengungkapkan hingga kini DPRD Kota Metro belum menerima dokumen resmi terkait rencana peminjaman tersebut. Namun, ia mengakui bahwa informasi mengenai rencana itu telah beredar dan menjadi perhatian di kalangan legislatif.
“Secara administratif, belum ada berkas atau tembusan yang masuk ke DPRD. Mungkin masih dalam tahap awal, tetapi wacananya memang sudah kami dengar,” ujarnya.
Hadi menegaskan, DPRD tidak hanya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan anggaran, tetapi juga memastikan dana pinjaman nantinya benar-benar dimanfaatkan sesuai rencana dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih jauh, ia menilai DPRD memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Karena itu, ia mendorong fraksi-fraksi di DPRD yang memiliki akses ke DPR RI untuk aktif menjalin komunikasi dan membuka peluang masuknya program-program pusat ke daerah.
Langkah tersebut, menurut Hadi, dapat menjadi solusi alternatif untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, sehingga Pemkot Metro tidak hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan pembangunan.
Dengan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan pemerintah pusat, Hadi optimistis pembangunan Kota Metro dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. (MNP)