Jaga Masa Depan Generasi Muda, Ketua GRANAT Metro Dorong Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba

SEKELIK METRO – Upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing. Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkotika dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC GRANAT) Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menegaskan bahwa ancaman narkoba perlu dihadapi melalui kerja sama berbagai elemen masyarakat.

Menurut Wahdi, potensi bonus demografi Indonesia harus diimbangi dengan upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika. Tanpa langkah pencegahan yang serius, peluang tersebut berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan bangsa.

“Kita tidak bisa bicara tentang Indonesia Emas jika generasi mudanya hancur oleh narkoba. SDM unggul adalah fondasi utama pembangunan bangsa,” kata Wahdi, Minggu (1/11/2026).

Ia menjelaskan, GRANAT Kota Metro terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperkuat koordinasi dengan kepolisian, Pemerintah Kota Metro, lembaga pendidikan, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui program P4GN.

Tiga Langkah GRANAT Metro Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Wahdi menyebut, upaya membangun generasi muda yang bebas narkoba perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Langkah pertama adalah memperluas edukasi mengenai bahaya narkotika. Sosialisasi perlu dilakukan sejak dini dengan menyasar pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

Kedua, memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan produktif. Bidang olahraga, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif dapat menjadi pilihan untuk mendorong anak muda terlibat dalam aktivitas positif.

Ketiga, memperkuat pengawasan dan kepedulian keluarga. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan perkembangan serta perubahan perilaku anak, sementara masyarakat turut menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.

Menurut Wahdi, keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pertahanan awal terhadap ancaman narkoba.

Metro Didorong Jadi Kota Pendidikan yang Bersih Narkoba
Sebagai kota pendidikan, Kota Metro diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun lingkungan yang bersih dari narkoba atau dikenal dengan istilah Bersinar.

Wahdi menilai, mewujudkan lingkungan tersebut membutuhkan komitmen bersama yang dijalankan secara konsisten, baik melalui edukasi, kegiatan kepemudaan, maupun penguatan koordinasi antarlembaga.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya memerangi narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau organisasi antinarkotika. Dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat luas diperlukan agar pencegahan dapat berjalan lebih efektif.

“Mari kita jadikan momentum menuju Indonesia Emas ini sebagai komitmen bersama. Memerangi narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau organisasi GRANAT saja, melainkan tanggung jawab kita bersama demi menyelamatkan masa depan anak cucu kita,” pungkasnya. (*)