SEKELIK METRO – Upaya mengantisipasi banjir saat musim hujan tidak hanya dilakukan melalui pembenahan saluran drainase, tetapi juga dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Hal ini menjadi perhatian Kelurahan Purwoasri, Kota Metro, yang turut mendukung gerakan pemilahan sampah yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.
Lurah Purwoasri, Joni Ismail, mengatakan dukungan terhadap program yang diinisiasi Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, tersebut dilakukan melalui edukasi langsung kepada masyarakat, termasuk memperkenalkan kebiasaan memilah sampah sejak dini di lingkungan pendidikan.
Bersama Wakil Wali Kota Metro, Joni turut memberikan sosialisasi kepada siswa dan tenaga pendidik SD Negeri 5 Metro Utara mengenai pentingnya memisahkan sampah berdasarkan jenisnya serta manfaat pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan.
Menurut Joni, membangun lingkungan yang bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu berjalan beriringan dengan aksi nyata, salah satunya menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Ia menjelaskan, Kelurahan Purwoasri telah menjalankan kegiatan gotong royong secara rutin setiap Minggu di masing-masing rukun warga (RW). Kegiatan tersebut meliputi pembersihan drainase, pengangkatan sedimentasi lumpur, hingga pembenahan saluran air.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko genangan dan banjir, terutama menjelang meningkatnya intensitas hujan.
“Alhamdulillah, di Kelurahan Purwoasri setiap hari Minggu kita sudah menggalakkan gotong royong di masing-masing RW. Kegiatannya meliputi pembersihan drainase dan pengangkatan lumpur. Mengingat saat ini kita mulai memasuki musim hujan, kegiatan tersebut sudah kita laksanakan sejak September lalu,” kata Joni saat menghadiri kegiatan edukasi Pilah Sampah Menjadi Berkah di SD Negeri 5 Metro Utara, Selasa (3/11/2026).
Joni menuturkan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan selama ini cukup tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara warga dan aparatur lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan sekaligus memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Selain mengoptimalkan kegiatan gotong royong, Kelurahan Purwoasri juga telah memiliki bank sampah bernama Nusa Asri Jaya. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah agar memiliki nilai manfaat.
“Untuk program pemilahan sampah, kita juga sudah memiliki bank sampah bernama Nusa Asri Jaya. Keberadaannya diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama untuk mengantisipasi ancaman banjir selama musim hujan 2026.
Rafieq menilai, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah melalui bank sampah, serta membersihkan drainase secara bersama-sama merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap pencegahan banjir.
“Harapannya, apabila masyarakat bisa membuang dan memilah sampah dengan baik, potensi bencana banjir di lingkungan masing-masing dapat berkurang,” ungkap Rafieq.
Ia juga meminta seluruh aparatur pemerintahan hingga tingkat lingkungan untuk kembali mengaktifkan budaya gotong royong. Salah satu prioritasnya adalah memastikan gorong-gorong dan saluran drainase terbebas dari sampah maupun endapan lumpur yang berpotensi menghambat aliran air.
“Bersama seluruh pamong, kita pastikan setiap lingkungan segera melakukan pembersihan gorong-gorong maupun saluran air agar dapat mencegah hal-hal buruk terjadi di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Melalui gerakan pemilahan sampah dan penguatan budaya gotong royong, Pemkot Metro berharap kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin tumbuh. Sebab, upaya mengurangi risiko banjir membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, bukan hanya mengandalkan langkah penanganan dari pemerintah daerah.
(*)