Warga Ramai-Ramai Datang ke Metro Culinary Festival, Sekda Metro Ungkap Harapan Besarnya


SEKELIK METRO – Pemerintah Kota Metro mendorong berbagai elemen masyarakat untuk lebih aktif menggelar kegiatan publik secara rutin. Selain menjadi ruang hiburan dan interaksi warga, event masyarakat dinilai dapat menghidupkan ruang publik sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., saat menghadiri Metro Culinary Festival (MCF) yang digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan HUT Radar Metro ke-14.

Kegiatan berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari kuliner, olahraga, hiburan hingga seni budaya. Penampilan Sanggar Tari Tegar Budaya menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian warga melalui perpaduan tari, musik dan unsur budaya lokal.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam sejumlah kegiatan olahraga. Ratusan warga mengikuti senam bersama hingga Fun Run 5 kilometer yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Kem­eriahan semakin terasa dengan pembagian berbagai hadiah doorprize bagi peserta. Sejumlah hadiah yang disiapkan antara lain kulkas, sepeda, kipas angin, rice cooker atau magic com, dispenser, hingga blender atau mixer.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Ahmad Kuseini, M.Pd.I., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., serta Kepala Disporaparekraf Kota Metro Subehi, S.STP., M.M.

Ahmad Hariyanto mengatakan, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung memberikan dampak positif, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Menurutnya, event seperti MCF tidak semata-mata menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

“Untuk event-event seperti ini, kami dari Pemerintah Kota Metro tentu mengapresiasi. Harapannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin oleh seluruh instansi, institusi maupun kelompok-kelompok masyarakat,” kata Ahmad.

Ia bahkan mendorong agar kegiatan publik tidak hanya digelar saat momentum tertentu. Menurutnya (*)