1.471 Keluarga di Metro Masuk Status Exclude Bansos, Rafieq Minta Warga Tak Panik


SEKELIK METRO – Perubahan data penerima bantuan sosial (bansos) membuat sebagian warga Kota Metro resah. Pemerintah daerah memastikan masyarakat masih memiliki ruang untuk melakukan pengecekan dan mengajukan perbaikan jika data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, meminta warga tidak panik. Menurutnya, perubahan status penerima bansos bukan berarti kesempatan mendapatkan bantuan otomatis tertutup.

Rafieq yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Metro mengatakan, pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap data yang mengalami perubahan.

“Kami memahami keresahan masyarakat. Karena itu kami minta warga jangan panik. Data ini masih bisa diperiksa dan bila memang ada yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, ada jalur untuk mengajukan perbaikan,” kata Rafieq kepada awak media, Senin (14/9/2026).

Salah satu persoalan yang kini menjadi perhatian ialah sekitar 1.471 keluarga yang masuk status exclude terkait indikasi judi online. Data tersebut, kata Rafieq, perlu diperiksa kembali satu per satu.

Pemeriksaan juga tidak hanya melihat data penerima bansos. Pemerintah akan mencocokkan data seluruh anggota keluarga yang tercantum dalam kartu keluarga (KK).

Hal itu dilakukan untuk memastikan perubahan status benar-benar sesuai dengan kondisi keluarga. Pemerintah tidak ingin kesalahan atau ketidaksesuaian data membuat keluarga yang masih membutuhkan bantuan justru kehilangan akses.

“Petugas kita harus memeriksa data dengan teliti. Jumlahnya cukup banyak, sehingga kami juga berharap masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai segera datang dan menyampaikan kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Selain status exclude, perubahan desil penerima bansos juga menjadi sorotan. Sejumlah keluarga yang sebelumnya berada pada desil rendah tercatat mengalami kenaikan desil dalam data terbaru.

Padahal, desil menjadi salah satu bagian dari data yang digunakan untuk menentukan sasaran program bantuan sosial. Karena itu, warga yang merasa perubahan tersebut tidak menggambarkan kondisi ekonominya diminta segera melapor.

“Kalau desilnya berubah dan masyarakat merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data tersebut, silakan laporkan. Jangan diam dan jangan panik karena data masih dapat diperiksa kembali,” jelas Rafieq.

Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui pamong, kelurahan, atau langsung ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Metro. Warga diminta membawa dokumen yang diperlukan agar petugas dapat menelusuri penyebab perubahan data.

“Silakan datang ke pamong, kelurahan atau langsung ke Dinas Sosial. Sampaikan persoalannya dengan lengkap agar petugas dapat membantu mengecek apa yang menyebabkan data berubah,” terang Rafieq.

Khusus keluarga yang masuk status exclude karena indikasi judi online, pemerintah akan memeriksa data seluruh anggota keluarga dalam KK.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada anggota keluarga yang terdaftar terkait judi online dan tidak ditemukan persoalan data pinjaman di bank maupun lembaga perkreditan yang menjadi bagian pemeriksaan, pemerintah daerah dapat mengusulkan kembali data keluarga tersebut kepada Kementerian Sosial untuk dilakukan perbaikan.

“Kalau setelah kita cek ternyata memang tidak ada satu pun anggota keluarga dalam KK yang terdaftar judi online dan tidak ada persoalan terkait data pinjaman di bank atau lembaga perkreditan, maka keluarga tersebut bisa kami ajukan kembali ke Kemensos untuk perbaikan data,” tandasnya.

Rafieq menegaskan, masyarakat tetap perlu menyampaikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memastikan proses verifikasi dilakukan secara teliti dan sesuai ketentuan.

Dengan begitu, pemutakhiran data bansos diharapkan tidak sekadar mengubah status penerima dalam sistem. Proses tersebut harus memastikan bantuan tetap diterima keluarga yang memang berhak dan membutuhkan. (*)