Dapodik Belum Aktif, Guru Non-ASN Metro Terus Menanti Keputusan Pemkot

SEKELIK METRO – Puluhan guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di Kota Metro mengaku masih menunggu kepastian status setelah dirumahkan sejak Januari 2026. Hingga pertengahan Juli, mereka juga menyebut akun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) belum diaktifkan kembali sehingga belum dapat menjalankan tugas mengajar.

Ketua Forum Komunikasi Guru Dirumahkan Kota Metro, Ana Zelfia, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari solusi. Mulai dari meminta pendampingan PGRI, beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, DPRD Kota Metro, hingga berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Ana, forum yang dipimpinnya tidak menuntut pengangkatan sebagai ASN. Mereka hanya meminta agar akun Dapodik diaktifkan kembali sehingga para guru dapat kembali mengajar sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menilai kepastian dari pemerintah diperlukan agar proses pendidikan tidak terdampak berkepanjangan.

Persoalan tersebut sebelumnya juga telah dibahas dalam rapat bersama DPRD Kota Metro. Dalam forum itu, DPRD meminta Disdikbud melakukan validasi data guru non-ASN dan menunggu kejelasan regulasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Sementara itu, Disdikbud Kota Metro disebut telah menyampaikan bahwa persoalan tersebut masih menunggu hasil konsultasi resmi dengan BPKP sebelum keputusan lebih lanjut ditetapkan. Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai pengaktifan kembali akun Dapodik maupun status guru non-ASN yang dirumahkan.

Hingga berita ini ditulis, pihak Disdikbud Kota Metro, BKPSDM, dan Pemerintah Kota Metro masih diupayakan untuk dimintai tanggapan terkait perkembangan hasil konsultasi dengan BPKP. Apabila terdapat penjelasan atau keputusan resmi dari pemerintah, redaksi akan memperbarui informasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait. (*)