SEKELIK METRO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Salah satu langkah awal dilakukan melalui audiensi antara Kepala BPS Kota Metro, Arum Purbowati, dengan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (8/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang menjadi tanda dimulainya rangkaian pendataan ekonomi di Kota Metro.
Arum Purbowati menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi ketujuh yang digelar di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi dan struktur perekonomian secara menyeluruh, sekaligus mendata berbagai aktivitas usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurut Arum, data ekonomi yang lengkap, akurat, dan terbaru memiliki peran penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah. Karena itu, dukungan seluruh pihak dinilai sangat dibutuhkan agar pelaksanaan sensus berjalan optimal.
“Data ekonomi yang valid menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan. Oleh sebab itu, kami berharap ada dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar sensus dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting untuk menghasilkan data berkualitas yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai bagian dari persiapan, BPS Kota Metro berencana menggelar kegiatan bertajuk Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kota Metro pada 15 Juni 2026 mendatang. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung saat apel pagi pegawai di Halaman Kantor Wali Kota Metro dan menjadi simbol dimulainya pelaksanaan sensus di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya nanti, BPS Kota Metro akan menerjunkan sekitar 140 petugas sensus untuk mendata berbagai aktivitas usaha di seluruh wilayah Kota Metro.
Hasil pendataan diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, Arum menegaskan komitmen BPS Kota Metro dalam menjaga integritas selama proses sensus berlangsung. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan sensus secara profesional, objektif, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyambut baik rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Metro.
Menurutnya, data yang akurat menjadi instrumen penting dalam merancang kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi sangat penting karena hasilnya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Kami mendukung penuh pelaksanaannya di Kota Metro,” kata Bambang.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk bersinergi membantu kelancaran pelaksanaan sensus. Selain itu, Bambang mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kota Metro.
“Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat merancang program pembangunan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)